Catatan Akhir Tahun 2022: Kinerja Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman Tercoremg Kasus Pencopotan Sekda

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (ASS) 

Catatan: Aris K

(Wartawan Senior)

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan  Andi Sudirman Sulaiman (ASS) belakangan mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan di Sulsel. Terutama terkait dengan tindakan Gubernur ASS yang  mencopot  Abdul Hayat Gani  sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel.

Pencopotan Sekda tersebut telah menuai kontroversi. Karena dinilai cacat administrasi dan prosedur.

Ketidakpercayaan publik akan kemampuan Gubernur ASS dalam mengelola pemerintahan pun kini makin meningkat.

Diketahui, Sudirman Sulaiman mengusulkan ke Presiden untuk memberhentikan Sekda Provinsi dan "konon" untuk"ketiga" kalinya dan berhasil memperoleh SK pemberhentian Sekda oleh Presiden sejak tanggal 30 November 2022.

Pencopotan Sekda tersebut selain menimbulkan kontroversi terkait soal prosedur, juga terkait soal urgensi mengganti Sekda di penghujung tahun, mengingat sekda adalah Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Gubernur ASS yang dinilai sebagai sosok yang terbilang baru di pemerintahan.

Dia juga dinilai tidak memiliki bekal dan track record yang cukup untuk memahami dinamika pemerintahan yang ada. 

Sehingga sejumlah pihak penyesalkan penggantian pejabat senior dalam pemerintahan tersebut oleh Gubernur ASS.

Abdul Hayat Gani, adalah pejabat senior yang berpengalaman di pemerintahan. Dan selama ini dikenal cukup loyal dalam membantu tugas pemerintahan di bawah arahan Gubernur ASS. Sehingga, tentu saja sosok Abdul Hayat Gani sangat dibutuhkan oleh Gubernur ASS untuk membantu tugas-tugas pemerintahan di Prov Sulsel.

"Duet" Gubernur ASS dan Sekda Abdul Hayat Gani, juga sebenarnya, terlihat cukup harmonis.

Kenapa kita sebut "duet"? Karena di Sulsel, saat ini tidak ada Wakil Gubernur. Yang ada Gubernur dan Sekda.

Keharmonisan Gubernur dan Sekda Sulsel ini, dibuktikan dengan stabilitas Perekonomian dan politik di Sulsel.

Tercatat, Ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada triwulan II 2022 melanjutkan kinerja positif dengan tumbuh meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Ekonomi Sulsel tercatat tumbuh 5,18% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,28% (yoy). Demikian pula di awal triwulan III 2022,  menunjukkan kinerja positif.

Selain itu, selama ini, juga tidak tampak adanya perseteruan antara ASS dengan Abdul Hayat Gani. 

Oleh karena itu, banyak pihak di Sulsel cukup kaget dan menyesalkan, ketika "diam-diam" Gubernur ASS mengirim surat ke Kemendagri dan Presiden untuk mengusulkan pemberhentian Abdul Hayat Gani sebagai Sekda Pemprov Sulsel. Dan ini dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak sosial di kalangan masyarakat Sulsel yang selama ini terlihat tenang dan kondusif.

Selain itu, saat ini masih terdapat 8 Organsiasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjabat sebagai Plt. Padahal KASN telah memperingatkan gubernur agar segera mendefinitikan ke 8 OPD tersebut per 14 Oktober 2022.

Lantas mampukah Pemprov Sulsel berbenah diatas kebijakan yang kontroversial dilakukan oleh Gubernur?

Jika seperti ini kasihan masyarakat menjadi korban karena dampaknya, pelayanan mau tidak mau pasti terganggu. 


1 Komentar

  1. Harusnya diharmonissiduet tersebut diatasi oleh krn diidentifikasi ada cacat administrasi maka tidak berlebihan jika keputusan presiden ikut menjadi cacat sehingga baiknya sk pemberhentian sekda batal demi hukum

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama