Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Airlangga: Kampanye Pemilu Akan Menjadi Vitamin Baru Bagi Pemulihan Ekonomi Nasional


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kampanye pemilihan umum yang akan dimulai pada 2023 ini akan menjadi vitamin baru bagi pemulihan ekonomi nasional.


“Tahun politik menjadi vitamin baru pemulihan ekonomi nasional di 2023. Belanja politik dapat mendorong daya beli masyarakat,” kata Airlangga dalam konferensi pers daring, Senin.


Indonesia mengadakan pemilu hampir lima kali sejak reformasi yang selalu berjalan demokratis sehingga memberikan kepastian kepada investor untuk berinvestasi di Indonesia.


“Kestabilan politik akibat mandat kuat presiden menjadi basis fundamental Indonesia menangani COVID-19 dengan baik. Bandingan dengan negara lain dengan politik yang tidak stabil, mereka gamang menghadapi COVID-19,” katanya.


Selain itu, ia memandang pertumbuhan ekonomi di 2023 juga akan ditopang oleh konsumsi masyarakat yang didorong peningkatan mobilitas setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dicabut.


“Kalau kita lihat, Dana Pihak Ketiga (DPK) masih parkir di perbankan, dan ini pemerintah mendorong agar bisa diinvestasikan di dalam negeri. Walaupun kredit tumbuh 11 persen, tapi DPK masih tinggi yang kalau dilepas, Indonesia masih memiliki potensi capital expenditure untuk dalam negeri,” katanya.


Pemerintah juga akan mengakselerasi pembangunan Proyek Strategis Nasional dengan nilai lebih dari Rp300 triliun pada 2023.


Sementara itu ekspor juga diperkirakan masih akan tumbuh ditopang oleh harga komoditas yang relatif masih tinggi meskipun mulai melandai dibandingkan 2022.


“Jadi dari konsumsi, investasi, dan ekspor, plus program Pengendalian COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang anggarannya sudah masuk ke masing-masing kementerian dan lembaga diharapkan bisa dorong pertumbuhan ekonomi di 2023,” katanya. (An)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama