TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Sekjen Purna Paskibraka Indonesia Sumut Mohon Presiden Jokowi Aktifkan Kembali Kilang Minyak Di Pangkalan Brandan


P. BRANDAN (wartamerdeka.info) -Sekretaris Jenderal Purna Paskibraka Indonesia Sumatera Utara M Indra Firanda NST SP mohon kepada  Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo untuk  membangun dan mengaktifkan kembali kilang minyak PT Pertamina yang berada di Desa Puraka, Kecamatan Sei Lepan, Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat.


Menurut Indra Firanda NST, kilang minyak Pertamina  di wilayah teluk Aru ini adalah kilang minyak yang dulunya disebut Unit Pengolahan I ( UP I).

"Kilang minyak di Pangkalan Brandan ini menjadikan Pertamina perusahaan raksasa sebab tanpa pangkalan Brandan mungkin sejarah Pertamina tak akan pernah ada," ungkap Indra Firanda.

Dikatakannta, pada saat ini  perekonomian di Pangkalan Brandan khususnya dan  umumnya di wilayah Teluk Aru sangat jauh menurun dibandingkan saat kilang minyak masih diaktifkan.

Terbukti, saat ini  banyak pengangguran di Kota Pangkalan Brandan.  Sebutan kota minyak  kini hanya kenangan  belaka.

"Untuk itu kami mohon kepada Presiden Republik Indonesia bapak Ir Joko Widodo  agar memprioritaskan membangun kembali dan mengaktifkan kilang minyak di Pangkalan Brandan. Saya yakin bapak Jokowi melihat keluhan yang dirasakan rakyatnya," tutupnya. (Anwar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama