Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

PKHDAB Kab Langkat Dukung Agar Kilang Minyak Pertamina Di Pangkalan Brandan Diaktifkan Kembali


P. BRANDAN (wartamerdeka.info) - Persatuan Keluarga Hasibuan Dohot Anak Boruna (PKHDAB) Kabupaten Langkat yang diketuai Canon Tua Hasibuan sangat mendukung diaktifkan  kembali kilang minyak PT Pertamina yang berada di Pangkalan Brandan. Tepatnya di Desa Puraka, kecamatan Sei Lepan, kabupaten Langkat.


Menurut Canon Tua Hasibuan, kilang minyak di Pangkalan  Brandan dulunya berdiri megah dan berhasil meningkatkan perekonomian warga di Pangkalan Brandan dan sekitarnya.

Kilanh ini  djtutup PT Pertamina pada tahun 2007. Kilang minyak PT Pertamina unit pengolahan di Pangkalan Brandan ditutup dengan alasan hasilnya mulai menipis.


Minyak di perut bumi Pangkalan Brandan sudah menipis.


Selain itu, kilang minyak juga sudah tua dan  sudah tidak mampu lagi mengolah minyak karena jenis minyak berat  yang dihasilkan.


Saat ini peralatan kilang minyak Pertamina Pangkalan Brandan keadaannya diposisikan stand by dan jadi rongsokan.


Canon Tua Hasibuan yang akrab dipanggil bang Canon menjelaskan, dulunya kilang minyak Pertamina sewaktu masih  beroperasi  di Pangkalan Brandan merekrut tenaga kerja sebanyak 5000 orang.


Tapi, sekarang ini hanya security penjaga aset puing puing bangunan kilang minyak.


Sudah jelas masyarakat kehilangan pekerjaan, seiring dengan perputaran uang yang jauh menurun.


"Dan pada saat ini  sudah banyak pengangguran. Kota  Pangkalan Brandan yang dulunya dijuluki kota minyak kini tinggal nama saja dan hanya  terlihat puing puing serta rongsokan  dan  ekonomi masyarakat di Pangkalan Brandan menurun jauh," tutupnya.(Anwar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama