Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Cuaca Dingin Ekstrim Memicu Terjadinya Gagal Panen di Papua Tengah

JAKARTA (wartamerdeka.info)- Musim kemarau berkepanjangan diiringi cuaca dingin ekstrim memicu terjadinya gagal panen hingga mengakibatkan warga Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, kesulitan mendapatkan bahan makanan.

Sumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNP) menyebutkan, kekeringan juga menyebabkan sulitnya mendapatkan air bersih hingga mengakibatkan enam warga, lima orang dewasa dan seorang bayi meninggal dunia, diduga karena diare dan dehidrasi.

Presiden Joko Widodo dalam konfrensi pers setelah meresmikan Sodetan Ciliwung Jakarta Timur, Senin (31/7), menerangkan sudah memerintahkan Menko PMK, Mensos dan BNPB untuk segera ditangani secepatnya.

Masalahnya, lanjut Presiden, daerah tersebut sangat spesifik. Bila musim salju tanaman tidak tumbuh di karena sangat tinggi, begitu juga masalah keamanan pesawat yang membawa bantuan tidak berani mendarat, maka diminta TNI untuk ikut mengawal.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama