Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Presiden Joko Widodo Buka Muktamar Sufi Internasional


PEKALONGAN (wartamerdeka.info) - Rangkaian kegiatan Multaqo Sufi Al-Alamy diselenggarakan di Kota Pekalongan berlangsung mulai 29–31 Agustus 2023. Kegiatan Muktamar Sufi Internasional tersebut dibuka secara langsung oleh Presiden Ir.Joko Widodo di Sahid International Convention Center Pekalongan, Selasa (29/8/2023).

Muktamar juga dihadiri Ketua Forum Sufi Dunia, Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, 73 Sufi mancanegara dari perwakilan 38 negara di seluruh dunia dan 1000 ulama dan tokoh nasional, Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Pol Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Laksamana TNI H. Yudo Margono, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi, Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, Bupati dan Walikota, Kapolres dan pejabat TNI se-eks karesidenan Pekalongan,.

Dalam sambutan pembukaan, Presiden Jokowi menyampaikan, bahwa pelaksanaan kegiatan Muktamar Sufi Internasional Tahun 2023 yang digelar di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sangat penting bagi Indonesia. Menurutnya, muktamar ini akan membuat Indonesia semakin dikenal sebagai contoh Islam moderat, yang akan meningkatkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia, dan membuat Indonesia semakin diperhitungkan.

"Kegiatan muktamar Sufi ini menjadi sebuah kegiatan yang bagus, dimana bisa meningkatkan keimanan yang diwujudkan dalam upaya menjaga alam, menjaga negara, menghormati kemanusiaan. Saya kira sangat baik dan isu-isu yang dibahas dalam forum ini sangat kontemporer seperti ekonomi berkelanjutan, energi, dan sebagainya. Melalui kegiatan ini, membuat Indonesia menjadi contoh negara Islam yang moderat," terangnya.


Kegiatan ini semakin menegaskan pidato kenegaraan Presiden RI beberapa waktu lalu, bahwa kepercayaan dunia Internasional kepada Indonesia akan menjadi modal penting bagi posisi negara Indonesia yang sejajar dengan negara-negara besar lain di dunia.

Pada sambutannya disampaikan juga, Muktamar Sufi Internasional mempunyai arti yang sangat penting, yang membuktikan bahwa Islam Indonesia bukan berada di pinggiran. Akan tetapi, Islam  Indonesia mempunyai peran sangat strategis dalam berkontribusi membangun peradaban dunia yang damai dan harmonis, dan Muktamar Dunia ini mengimplementasi dan mendekatkan nilai-nilai luhur melalui tasawuf, dan thoriqoh, kepada negara masing-masing.


Karena menurut Jokowi, nilai-nilai luhur budaya nusantara seperti saling menghargai, ramah tamah, sopan santun, guyub, serta kearifan-kearifan bangsa lainnya akan mewarnai sepenuhnya Muktamar Sufi Internasional ini. 

 “Mari kita terus merawat kerukunan, merawat toleransi, menolak ujaran kebencian, menolak fitnah dan hoax, terus berdzikir dan mendoakan persatuan dan keselamatan bangsa dan negara yang kita cintai ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Muktamar, Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan RI melaporkan bahwa Muktamar Internasional yang dihadiri 73 sufi mancanegara dari 38 perwakilan  negara di seluruh dunia ini akan berlangsung mulai 29 sampai 31 Agustus 2023.

Prabowo menyampaikan, ucapkan terima kasih kepada Presiden RI beserta Ibu Iriana yang berkenan hadir untuk membuka acara World Sufi Assembly (WSA) Conference Tahun 2023. Seraya dijelaskan, Indonesia merasa sangat beruntung karena memiliki dua tokoh yang dihormati di seluruh dunia, yang masuk dalam daftar 500 muslim yang berpengaruh di dunia yaitu Presiden RI Joko Widodo dan Maulana Habib Luthfi Bin Yahya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...