Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Jejak "Senja Hari" Di Kota Batu

Batu, wartamerdeka.info, "Dunia seni merupakan pengejawantahan dari imajinasi. Dan inilah yang tak memiliki batas karena imajinasi bisa melampaui semua ruang dan waktu yang pernah dibuat manusia. Dalam dunia senirupa seorang perupa bisa mengembangkan imajinasi sebebas-bebasnya melampaui batas nalar yang dimiliki. 

Dunia seni agak mirip dengan dunia yang saya geluti, dunia ilmu pengetahuan. Itu dikatakan Dr. Riwanto Tirtosudarmo seorang peneliti sosial saat kegiatan Pameran Seni Rupa bertajuk Jejak Seni Rupa "Senja Hari" di Gallery Raos kota Batu, Minggu (26/11/2023).

Sebagai seorang peneliti sosial, lanjut Riwanto, kebiasaan keluar masuk berbagai komunitas adalah bagian dari pekerjaaan sehari hari yang dia jalani. Karena bergaul dengan banyak komunitas atau kelompok masyarakat dengan profesi dan kebiasaan masing-masing, Riwanto akan semakin mampu berusaha memahami siapa dan bagaimana mereka bertingkah laku dalam kesehariannya.

Dunia seni juga ada yang namanya komunitas seni. Komunitas seni memiliki ikatan yang  lebih longgar dibandingkan misalnya, dengan komunitas adat atau komunitas Petani Tembakau. 

"Sebagai contoh, komunitas seni lebih longgar karena para seniman adalah orang-orang  yang bekerja dalam dunianya  masing-masing yang sangat independen, bahkan ketika mengembangkan imajinasi dan kreatifitas sebebas-bebasnya," ungkap dia. Termasuk dalam dunia ilmu pengetahuan pun tidak ada batas yang bisa membuat sekat, bagaimana seorang ilmuwan bekerja. Kebebasan akademik yang dimiliki seorang ilmuwan melekat dalam tanggungjawab-nya, ketika menggunakan kaidah-kaidah ilmiah yang lain. 

Pada kegiatan pameran dengan tajuk jejak seni rupa "Senja Hari", bukan hanya karya Seni berupa Seni lukis, tapi juga Seni pahat, seperti Patung. Sejumlah Seniman yang turut ambil bagian menampilkan karyanya masing-masing. 

Mereka adalah Anthony wibowo, Fenny Rochbeind, Heri Poer, Jonnie Kerman dan Tri Iswahyudi dan Yosoh Muntoha. Mereka adalah Seniman / Perupa yang bermukim di Malang dan Batu yang menjadi rumah tempat mereka berkarya.

"Pengetahuan saya sangat terbatas tentang dunia seni. Malang dan Batu ternyata sangat luas dan beragam jenis-nya selain dunia seni rupa yang bisa dikatakan merupakan ekspresi seni kontemporer ada berbagai ragam seni moderen yang lain, seperti film dan musik," kata Yoso Muntoha. 

Ekspresi seni yang lain, lanjut dia adalah yang bisa digolongkan sebagai Seni tradisional, seperti seni tari, wayang dan  berbagai jenis seni tradisional lainnya, dengan menampakkan ciri khas Malangan. Sebut saja, seperti Bantengan dan Topeng Malangan.

Kesenian baik yang modern maupun yang tradisional selalu memiliki akar sejarahnya masing-masing kesenian tradisi dapat dilacak akar sejarahnya jauh ke masa silam ketika jawa timur menjadi pusat dari kerajaan-kerajaan hindu dan budha. Kemudian, masuknya Islam dan kemudian peradaban barat memperkaya berbagai ekspresi kesenian yang ada di masyarakat.

"Saya menduga, senirupa modern, seperti lukis dan patung seperti yang ditampilkan dalam pameran ini bisa dilacak akar  sejarahnya pada masa kolonial belanda. Sejauh yang saya tahu kota Malang dan sekitarnya adalah sebuah wilayah yang cukup kental mengalami pengaruh peradaban barat terutama yang dibawa Belanda," pungkasnya. (Hari)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...