Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Dinilai Sarat Nepotisme, Anggota KUD Minatani Bentuk Fordami (2)

 

Oleh: W. Masykar
Anggota
Tulisan "Protes Forum Anggota KUD Saroyo Mino, Bom Waktu Untuk KUD Minatani Brondong?" (Wartamerdeka.info (24/2/2025) tampaknya mendapat respon luar biasa dari pembaca, baik dari anggota maupun masyarakat secara umum. Dari informasi yang masuk ada banyak persoalan yang dianggap tidak transparan terkait model pengelolaan di KUD Minatani. 

Pertama, Koperasi Minatani dinilai tidak memperhatikan anggota yang jumlahnya ribuan sehingga terkesan Koperasi  Minatani hanya milik segelintir orang saja. Kedua, kuatnya dominasi Pengurus dan anggota (Korpok) tertentu memunculkan stigma bahwa KUD Minatani bukan milik anggota secara keseluruhan melainkan milik sekelompok orang tertentu, kemudian  sistem rekrutmen karyawan yang tidak transparan dan sarat nepotisme, bahkan termasuk penempatan karyawan yang terkesan seenaknya.

Sebagai sesama anggota mendapatkan informasi seperti itu, saya hanya menyarankan bahwa sebelum berkirim surat ke dinas Koperasi kabupaten, sebaiknya berkirim surat dulu ke Pengurus - sehingga ada penjelasan. Nah, kalau penjelasan dinilai tidak rasional atau tidak bisa diterima, ya langkah berikutnya baru dilakukan.
Bahkan tidak hanya persoalan-persoalan seperti yang disebutkan diatas kerjasama KUD Minatani dengan MPS juga tidak luput dari sorotan anggota. Antara lain, yang menjadi perhatian adalah bahwa anggota juga wajib tahu laporan - sehingga tidak hanya Korpok (koordinator kelompok) saja.
Menyikapi persoalan persoalan seperti ini, anggota KUD Minatani dalam waktu dekat akan membentuk Forum Diskusi Anggota Minatani (Fordami).(*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama