GRESIK (wartamerdeka.info) - Gedung KB, Taman Kanak-kanak (TK) IT Handayani Kecamatan Menganti, Gersik, Jawa Timur suasananya berbeda sejak pagi para guru TK yang tergabung dalam Gugus VI Kecamatan Menganti datang dengan penuh semangat mengikuti dan serta memperkaya, kompentensi melalui pelatian mendongeng berlangsung pada Kamis (12/2/2006).
Kegiatan yang bertema "Meningkatkan Metode Pembelajaran Dengan Berkisah yang Menarik" diikuti seluruh perwakilan guru TK di lingkungan gugusVI.
Pelatihan dirancang untuk memperkuat kemampuan guru untuk menjadikan dongeng sebagai metode setrategi pembelajaran yang efektif, kreatif serta komunikatif di kelas.
Ketua gugus VI kecamatan menganti, Siti Aisah, S.Pd., mengatakan, ketrampilan mendongeng bukan hanya sekedar pelengkap tetapi menjadikan kompetensi inti bagi guru TK.
"Mendongeng bukan hanya sekedar aktivitas bercerita atau bercanda, tetapi merupakan media pembelajaran yang sarat nilai, melalui dongeng sehinga guru, dapat menanamkan pendidikan karakter, mengembangkan kemampuan bahasa, serta merangsang imajinasi dan kreativitas anak," ujar Siti Aisah.
Dewi Putri Juwita yang akrab di sapa Kak Dewi Koja, yang dihadirkan sebagai narasumber menjelaskan, berbagai teknik mendongeng yang menarik dan interaktif, mulai dari pengolahan vokal serta intonasi, penggunaan ekspresi wajah dan gerak tubuh, hingga mempergunakan pemanfaatan alat peraga edukatif.
Menurut dia, kunci utama mendongeng yang efektif terletak pada ketrampilan emosional guru saat menyampaikan cerita.
"Ibu guru kalau satu peluru bisa menembus satu kepala, maka satu kisah bisa menembus ribuan kepala," katanya.
Pesannya, mengilustrasikan dahsanyatnya kekuatan cerita dalam membentuk cara berpikir dan karakter anak.
Tak hanya teori pelatihan, acara diisi sesi praktik para peserta di bagi berbagai kelompok untuk mempraktikan teknik yang telah dipelajari setiap penampilan mendapatkan umpan balik langsung dari Dewi sehingga guru dapat memperbaiki intonsi, ekpresi, hingga penguasaan panggung secara konkret.
Pengawas TK Kecamatan Menganti, Anis Sa'adah, S.Pd. M.Pd. mengatakan sangat takjub dengan materi yang disampaikan narasumber.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat karena mendongeng adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru ." tuturnya.
Ia menilai anak-anak akan lebih menikmati proses pembelajaran ketika guru mampu memainkan intonasi dan ekspresi, salah satunya melalui kegiatan mendongeng di tengah derasnya pengaruh gawai menurutnya peran cerita semakin relevan.
"Anak zaman sekarang lebih tertarik dengan HP dan orang tua merasa hal itu sebagai hal yang wajar. Oleh karena itu mendongeng sebetulnya bukan hanya tugas guru tetapi juga orang tua," tegasnya.
Anis menekankan, dongeng mampu menanamkan karakter, mengembangkan imajinasi, sekaligus membantu menurunkan beban emosional anak. Ia berpesan agar para guru menyampaikan pentingnya mendongeng dalam kegiatan parenting.
"Tolong disampaikan kepada orang tua agar orang tua juga bisa mendongeng untuk anak," pesannya.
Salah satu peserta, Siti Fatimah, S.Pd. dari TK IT Handayani menyampakan apresiasinya dalam pelatihan tersebut.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, mendapatkan wawasan baru tentang cara mendongeng yang lebih menarik dan menyenangkan. Kami berharap menerapkan di kelas agar anak-anak lebih antusias dan semangat belajar," ungkapnya.
Kegiatan ini direncanakan berkelajutan kedepan dengan lomba mendongeng bagi guru TK pada semester mendatang, harapanya guru-guru TK gugus Vl profesional serta inovatif dalam memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi anak usia dini.
Lebih dari sekedar pelatihan, agenda ini menjadi momentum, mempererat koordinasi dan kolaborasi antar pendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kecamatan Menganti. (Hari/Tutik).

