BARRU (wartamerdeka.info) - Pemerintah Kabupaten Barru mulai mematangkan perencanaan program dan kegiatan Tahun Anggaran (TA) 2027 melalui forum ekspos yang menghadirkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Eskpose rencana kegiatan Tahun Anggaran (TA) 2027 dengan penekanan kuat pada disiplin, efektivitas, dan dampak nyata penggunaan anggaran, berlangsung diruang rapat pimpinan, lantai V MPP Kantor Bupati Barru, Senin (6/4/2026).
Dalam arahannya, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang bagi program yang tidak berdampak langsung bagi masyarakat maupun daerah.
“Saya tegaskan, tidak boleh ada satu sen pun anggaran yang tidak bermanfaat. Setiap rupiah harus memiliki nilai guna yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Bupati.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Bupati justru menuntut lahirnya inovasi dari setiap OPD, khususnya dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Di tengah efisiensi, OPD wajib menghadirkan inovasi. Yakinkan kepada saya bahwa setiap anggaran yang diajukan menghasilkan nilai tambah, terutama dalam mendongkrak PAD,” lanjutnya.
Menurutnya, keterbatasan fiskal harus dijawab dengan kreativitas dan terobosan, bukan dengan program rutin yang berulang tanpa hasil yang terukur.
“Anggaran bukan sekadar untuk diserap, tetapi harus berdampak. Harus ada output yang jelas, dan sebisa mungkin berkontribusi pada pendapatan daerah yang bisa kita gunakan untuk membiayai pembangunan dan kebutuhan masyarakat,” tegasnya lagi.
Bupati juga mengingatkan bahwa pola perencanaan yang tidak fokus, tidak terukur, dan minim manfaat tidak akan lagi ditoleransi dalam penyusunan program TA 2027.
Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Barru menegaskan arah kebijakan TA 2027 yang berorientasi pada program produktif, inovatif, dan berdampak nyata, sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui peningkatan PAD.
Sementara itu, untuk menjaga efektivitas pelaksanaan ekspos, Kepala Bapperida H. Andi Unru, ST. MSP yang memandu sesi ekspose mengarahkan agar seluruh OPD langsung memaparkan substansi kegiatan tanpa membahas belanja umum.
“Tidak perlu lagi menjelaskan belanja rutin seperti gaji. Fokus pada kegiatan dan inovasi. Kita ingin pembahasan yang efisien dan tepat sasaran,” katanya.
Ekspose dilaksanakan berdasarkan urutan kehadiran OPD, dengan Dinas Lingkungan Hidup menjadi perangkat daerah pertama yang memaparkan rencana kegiatan disusul OPD lainnya. (syam)


