// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Menlu Iran: Selat Hormuz terbuka untuk kapal komersial selama gencetan senjata Israel-Lebanon

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi [Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via Reuters]

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan jalur untuk semua kapal komersial melalui Selat Hormuz' sepenuhnya terbuka selama gencatan senjata Israel-Lebanon.

"Sesuai dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur untuk semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata," kata Abbas Araghchi dalam sebuah unggahan di X pada hari Jumat.

Gencatan senjata 10 hari disepakati antara Israel dan Lebanon pada Kamis malam, meskipun tidak jelas apakah kelompok bersenjata Hizbullah, yang telah melawan invasi Israel ke selatan selama perang melawan Iran, akan mengakuinya.

Pelayaran kapal melalui selat tersebut akan dilakukan melalui rute terkoordinasi seperti yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran, tambah Araghchi.

Sementara itu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengkonfirmasi dalam sebuah unggahan media sosial bahwa selat tersebut sepenuhnya terbuka dan siap untuk bisnis dan pelayaran penuh, meskipun ia kemudian menambahkan blokade angkatan laut AS terhadap Iran akan tetap berlaku penuh sampai Iran mencapai kesepakatan dengan AS untuk mengakhiri perang.

Ia mengatakan dalam unggahan terpisah bahwa Iran telah setuju untuk tidak pernah menutup Selat Hormuz lagi.

"Selat itu tidak akan lagi digunakan sebagai senjata melawan dunia!" tambahnya.

Seorang pejabat militer senior Iran mengatakan kepada media pemerintah bahwa hanya kapal non-militer yang akan diizinkan untuk melintasi selat tersebut, dengan izin dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Perang AS-Israel melawan Iran, yang dimulai pada 28 Februari, telah menewaskan lebih dari 3.000 orang. Konflik tersebut menyebabkan Iran memblokir lalu lintas melalui Selat Hormuz, yang dilalui oleh seperlima minyak dan gas alam cair dunia. (Sumber: Aljazeera)

Josep Minar

No Comment

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama