// Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. //

Sebuah kapal IRGC di lepas pantai Bandar Abbas, Iran [File: Nazanin Tabatabaee/WANA via Reuters]


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Presiden Donald Trump mengatakan dia telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk "menembak dan membunuh" kapal Iran mana pun yang memasang ranjau di Selat Hormuz, sebuah langkah yang dapat membahayakan gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara.

Presiden AS juga mengatakan pada hari Kamis bahwa militer akan meningkatkan upayanya untuk menghilangkan bahan peledak dari jalur air strategis tersebut.

“Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan membunuh kapal mana pun, meskipun kapal kecil (Semua kapal angkatan laut mereka, 159 di antaranya, berada di dasar laut!), yang memasang ranjau di perairan Selat Hormuz. Tidak boleh ada keraguan,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.

“Selain itu, kapal-kapal ‘penyisir ranjau’ kita sedang membersihkan Selat Hormuz saat ini. Dengan ini saya memerintahkan agar aktivitas tersebut dilanjutkan, tetapi dengan peningkatan tiga kali lipat!” ujar Trump.

Sementara itu, para pejabat Iran telah berulang kali berjanji bahwa negara mereka akan membela diri dan menanggapi setiap serangan AS.

Hormuz, yang sebelumnya terbuka tanpa gangguan sebelum perang, telah muncul sebagai titik perselisihan utama dalam perang ini.

Iran menutup selat tersebut sebagai tanggapan terhadap kampanye militer AS-Israel, dan sekarang menyatakan bahwa mereka memiliki hak atas jalur yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, sebagian di antaranya melewati perairan teritorial Iran.

Penutupan Hormuz telah menyebabkan lonjakan harga minyak, memberikan tekanan politik pada Trump di AS, di mana harga satu galon (3,8 liter) bensin telah melampaui $4, naik dari sebelum konflik $3. (sumber: Aljazeera)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama