// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Tak kurang 1000 rumah terbakar menyebabkan 9 ribu warga kehilangan tempat tinggal


JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Tidak kurang dari 1.000 rumah ludas terbakar di di desa terapung Wilayah Malaysia di Pulau Kalimantan, yang menyebabkan lebih dari 9.000 orang kehilangan tempat tinggal.
Seperti yang dilansir NHKWord, media pemerintah melaporkan kebakaran terjadi pada Minggu (19/04/2026) pagi di Distrik Sandakan, Negara Bagian Sabah.
Otoritas mengatakan angin kencang dan rumah-rumah yang berjejer rapat menyebabkan api menyebar dengan cepat. Desa ini memiliki sekitar 1.200 rumah panggung dari kayu. Desa ini dianggap sebagai salah satu komunitas termiskin di negara itu.
Kepala kepolisian setempat mengatakan api berhasil dikendalikan di hari yang sama dan masih menyelidiki penyebabnya. Belum ada laporan mengenai korban jiwa.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan pemerintah dan otoritas setempat bekerja sama untuk memberikan bantuan, termasuk permukiman sementara bagi para pengungsi.

Josep Minar

No Comment

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama