// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Sinyal Campur Aduk tentang Pembicaraan AS-Iran di Pakistan


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Sebuah sumber AS mengatakan kepada NHK pada hari Senin bahwa para negosiator Amerika akan segera terbang ke Islamabad untuk putaran kedua pembicaraan dengan Iran. Namun, masih belum jelas apakah pembicaraan tersebut akan benar-benar terjadi karena Teheran mengatakan tidak akan berpartisipasi di dalamnya.

Menurut seorang pejabat Gedung Putih, Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, akan menghadiri negosiasi tersebut. The New York Times mengutip pejabat AS yang mengatakan Vance diperkirakan akan berangkat ke Pakistan pada hari Selasa.

Trump mengatakan kepada Bloomberg bahwa "sangat tidak mungkin" dia akan memperpanjang gencatan senjata dua minggu, jika kesepakatan tidak tercapai sebelum berakhir pada "Rabu malam waktu Washington." Dia menambahkan bahwa Selat Hormuz akan tetap diblokade sampai kesepakatan tercapai. Dia juga mengatakan jika tidak ada kesepakatan, dia "tentu mengharapkan" pertempuran akan berlanjut segera setelahnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya mengisyaratkan bahwa mereka tidak akan ikut serta dalam putaran kedua pembicaraan. Esmaeil Baghaei mengatakan, "Saat ini, kami belum memiliki rencana mengenai putaran negosiasi selanjutnya, dan belum ada keputusan yang dibuat dalam hal ini."

Kantor Berita Tasnim Iran, yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam, melaporkan bahwa blokade angkatan laut AS adalah hambatan utama dalam negosiasi. Ditambahkan bahwa Iran "siap untuk konfrontasi militer dan menghukum Amerika lagi."

Pakistan menjadi mediator dalam pembicaraan tersebut, dan keamanan diperketat di sekitar Islamabad. Menteri Luar Negeri Ishaq Dar melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Kementerian Luar Negeri mengatakan Dar menekankan pentingnya "dialog dan keterlibatan berkelanjutan" sesegera mungkin untuk menyelesaikan semua masalah. (Sumber:NHKWord)

Josep Minar

No Comment

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama