![]() |
| Foto AP / Sepahnews |
MOSKOW - Dua pertiga warga Amerika skeptis terhadap nota kesepahaman yang ditandatangani antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik, menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh perusahaan Inggris Focaldata.
Menurut jajak pendapat tersebut, 66% pemilih Amerika percaya bahwa nota kesepahaman tersebut tidak akan berdampak signifikan pada situasi di Timur Tengah atau bahkan akan meningkatkan ketidakstabilan dan meningkatkan kemungkinan konflik lebih lanjut.
Sebanyak 44% warga Amerika mengatakan posisi AS telah melemah sejak AS dan Israel menyerang Iran, sementara 31% pemilih percaya posisi AS telah menguat.
Hanya satu dari lima pemilih Amerika yang percaya bahwa nota kesepahaman tersebut akan mengarah pada perdamaian di kawasan itu.
Jajak pendapat tersebut dilakukan dari tanggal 26 hingga 30 Juni di antara 1.795 pemilih Amerika; margin kesalahan adalah 2,7 poin persentase.
Seperti diketahui, pada malam 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani memorandum yang bertujuan untuk mengakhiri agresi militer AS dan Israel terhadap Iran pada tanggal 28 Februari lalu. Memorandum tersebut juga menetapkan jangka waktu kapan Amerika Serikat akan mencabut blokade angkatan laut dan Iran akan memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.
Lebih lanjut, Iran berjanji untuk tidak memperoleh senjata nuklir, dan masalah program nuklir Iran akan diselesaikan melalui perjanjian terpisah. Para pihak sepakat untuk mengadakan negosiasi mengenai masalah ini dalam waktu 60 hari. Hal ini diharapkan akan menghasilkan pencabutan sanksi terhadap Iran.
Sumber: Sputnik
