Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Ledakan Dahsyat di Kompleks Dadaha, Polisi Temukan Dugaan Material Bom Rakitan


TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) - Kasus ledakan keras yang terjadi di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, pada Sabtu malam (11/7/2026) terus bergulir memasuki tahap penyelidikan serius.

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama Satbrimob Polda Jawa Barat dan jajaran Polres Tasikmalaya Kota melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan serta penggeledahan pada Minggu (12/7/2026) siang hingga sore hari.

Langkah tersebut pasalnya dilakukan setelah polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan bahan atau komponen pembuatan alat peledak di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kejadian bermula dari perselisihan antara sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Dadaha.


Cekcok terjadi antara pedagang jagung berinisial S dengan penjual tahu gejrot berinisial E alias U. Keduanya diduga terlibat pertengkaran yang dipicu kondisi di bawah pengaruh minuman keras.

Situasi kemudian semakin memanas setelah datang seorang pria berinisial AAS, yang diketahui merupakan kerabat dari S dan berprofesi sebagai pedagang es teh.

Di tengah keributan tersebut, tiba-tiba terdengar suara dentuman keras dari arah belakang lokasi kejadian. Suara ledakan tersebut membuat warga dan pengunjung sekitar panik serta berhamburan menyelamatkan diri.

Pasca kejadian, aparat kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan. Rumah salah seorang pria berinisial AAS di Kampung Gunung Koneng, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, dilakukan penggeledahan.

Petugas bersenjata lengkap terlihat melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Tim Gegana Satbrimob juga diterjunkan untuk memastikan situasi aman dan melakukan sterilisasi apabila ditemukan benda berbahaya lainnya.

Dalam proses olah TKP di sekitar lapak pedagang, petugas menemukan sejumlah material yang diduga memiliki keterkaitan dengan komponen alat peledak rakitan.

Temuan tersebut kemudian menjadi perhatian serius aparat, sehingga penanganan perkara melibatkan Densus 88 Antiteror Polri untuk melakukan pendalaman lebih lanjut.

Keterlibatan Densus 88 menunjukkan bahwa penyidik tengah mendalami berbagai aspek, mulai dari asal-usul material, kemampuan merakit, hingga motif kepemilikan benda yang diduga berbahaya tersebut.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan pihak terkait guna mengungkap secara lengkap penyebab ledakan serta memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana terorisme maupun pelanggaran hukum lainnya.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum yang sedang melakukan proses penyelidikan. (Indra Mulyadi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama