Skip to main content

PBB Kabupaten Rembang Tahun 2010, Baru Capai 58,7%


REMBANG-Realisasi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Rembang tahun pajak 2010 terhitung hingga 30 September 2010 tercapai sekitar 58,7%  persen dari nilai baku. Padahal tahun sebelumnya cukup tinggi, dapat ditarik hingga 92%.

Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD)  Kabupaten Rembang Suciptono didampingi Kasi Dana Perimbangan Bidang Pendapatan Budi Sukamto di ruang kerjanya pagi tadi  menerangkan, realisasi PBB 2010 mencapai Rp 3.727.342.242 atau sekitar 58,7% dari baku  sebesar Rp 6.345.935.427. Tunggakan PBB hingga batas waktu pelunasan mencapai Rp 2.618.593.180 atau 41,3%. Sedangkan tahun lalu dari baku Rp 6.195.302.980, hingga batas waktu pelunasan akhir September 2009 berhasil ditarik sejumlah Rp 5.609.966.898 atau berkisar 92%.

Menurut Suciptono, dari 14 kecamatan se-kabupaten Rembang telah lunas di 3 kecamatan. Sementara tunggakan tertinggi yakni kecamatan Rembang kota sejumlah Rp 506.765.089 dan terendah kecamatan Sulang sebesar Rp 12.500

Dijelaskan, penyebab utama belum terbayarnya PBB 2010 oleh wajib pajak karena alasan ekonomi. Warga bermata pencaharian petani mengalami gagal panen, sedangkan para nelayan libur melaut karena anomali cuaca, sehingga banyak yang menunda pembayaran tepat waktu karena kesulitan dana.

Sementara itu Budi Sukamto menuturkan, pemerintah kabupaten Remang masih memberikan toleransi. Wajib pajak diberi kesempatan melunasi kewajibannya, hingga akhir tahun ini.

Namun lanjut Budi Sukamto, selain perlu peningkatan kesadaran wajib pajak, peran aktif para petugas pajak di tingkat kecamatan dan desa juga harus ditingkatkan. Sehingga diharapkan sebelum akhir tahun paling tidak sudah mendekati lunas.

Ditambahkan, kalaupun terpaksa belum bisa lunas hingga bulan Desember, upaya penarikan tetap dilanjutkan tahun depan. Diinginkan terbayar lunas sebelum wajib pajak menrima Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB tahun 2011. (hasan)


Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).