Skip to main content

Warga Sarang Tuntut Perbaikan Puskesmas

REMBANG(wartamerdeka.com)-Di saat kesadaran warga Kecamatan Sarang semakin tinggi dalam masalah kesehatan, dibuktikan dengan kesediaan mereka untuk berobat ke Puskesmas setempat manakala tengah menderita satu penyakit, ternyata lingkungan tempat pelayanan kesehatan tersebut justru terlihat kurang representatif. Oleh karena itu warga berharap kepada pemerintah daerah agar segera dilakukan rehab atas tempat pelayanan publik itu.   

Salah satu tokoh masyarakat Desa Sendangmulyo Kec. Sarang, Sulistiyono, merasa sangat prihatin melihat kondisi fisik dan lingkungan sekitar puskesmas. Hampir 4 tahun terakhir tak ada perubahan sama sekali. “Khususnya ruang rawat inap, sudah tidak layak lagi untuk merawat paseien,” bebernya.

Ia tuturkan, halaman depan puskesmas sebagai wajah tempat pelayanan publik bidang kesehatan yang seharusnya terlihat bersih, namun justru sebaliknya, terlihat kumuh dan kotor. “Tentunya membuat pasien dan pengunjung menjadi tidak nyaman,” cetusnya.

Warga kecamatan Sarang pada umumnya, berharap Kepala Puskesmas agar mengusulkan dilakukannya rehab kepada SKPD terkait, agar pengunjung merasa nyaman ketika berobat atau dirawat di tempat tersebut. “Puskesmas Sarang jika dibandingkan dengan tempat serupa di kecamatan lain, kondisi fisiknya sangat jauh tertinggal. Terutama saat musim hujan, sangat memprihatinkan,” imbuh Sulis. .

Sementara itu saat Kepala UPT Puskesmas Sarang, Dr.Fuad dikonfirmasi, dia mengaku telah berulang kali mengusulkan agar dilakukan rehab atas bangunan dan lingkungan ke Dinas Kesehatan setempat. “Namun sampai kini belum  direalisasi,” tuturnya.

Sedangkan ketika Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Sutedjo, dikonfirmasi usai acara Musrenbangcam di pendopo Kecamatan Sarang, Selasa (22/2), mengatakan bila pihaknya telah mengusulkan anggaran untuk pembangunan Puskesmas Sarang.  “Sepertinya belum bisa terealisasi tahun ini,” terangnya. (hasan)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).