Skip to main content

Menyoal Kasek SSN Jadi Plt Kasek Sekolah RSBI



LAMONGAN - Sekolah RSBI selama ini dianggap sebagai sekolah istimewa, sampai pada biayanya pun istimewa, mahal! Tak pernah disoal kecuali ada protes dan pertanyaan masyarakat. Dari beberapa keistimewaan sekolah RSBI, yang belakangan disorot adalah posisi kaseknya. Jika kasek sekolah regular atau SSN diterapkan regulasi periodesasi kasek, yakni empat tahunan, dan manakala dinilai memiliki kinerja bagus bisa bertambah hingga tiga kali atau dua belas tahun, seperti yang berlaku saat ini. 


Namun, tidak demikian halnya dengan posisi kasek di sekolah RSBI. Aturan periodesasi, nyaris tak berlaku, kecuali kasek SMPN 1 Lamongan (RSBI) yang meletakkan jabatan kasek karena periodesasinya habis. Itu artinya, jabatan kasek di sekolah dengan status RSBI tak bisa sebarang orang kasek. Fakta ini, ternyata dipatahkan oleh kasek SMPN 4 Lamongan, Ana Miffaisaroh. Dia diangkat sebagai Plt Kasek di sekolah RSBI (SMPN 2). Meski posisinya Plt, tetap menimbulkan berbagai spekulasi kurang sedap. Sebab, dia sekarang menjabat kasek di sekolah regular (SSN), sementara, masih ada kasek lain yang kini menjabat di sekolah dengan status RSBI, seperti Choirul Anam. Atau kalau memang  Plt kasek RSBI bisa diambilkan dari kasek sekolah regular, kenapa tidak diambilkan kasek yang lebih senior?.




Informasi yang dihimpun wartamerdeka.com mengatakan, kerancuan penerapan aturan di dinas pendidikan kadang meninggalkan kesan seolah-olah, asal aman dan bapak senang. 


“Anda tentunya masih ingat, waktu penempatan kasek beberapa waktu lalu, ada seorang kasek yang tak mengikuti proses seleksi kasek, tapi saat penempatan tiba-tiba ikut bergerak?,” ujar salah seorang kasek di Lamongan. Ternyata penerapan aturan demikian, lanjut sumber tersebut kembali dilakukan oleh dinas pendidikan dengan mengangkat kasek Plt sekolah RSBI dari sekolah regular. Padahal di SMAN 1 Lamongan yang juga RSBI, Plt-nya dijabat Kabidmenumjur dinas pendidikan.


“Seharusnya Plt kasek di SMPN 2 Lamongan juga diambilkan dari kasek RSBI atau pengawas dinas yang lebih senior,” tambah salah seorang guru SMPN di Lamongan. 


Kabidmenumjur dinas pendidikan Lamongan, Adi Suwito ketika dihubungi terkait Plt kasek di RSBI tersebut, tak banyak komentar. “Kalau soal itu wewenang Pak Kadindik,” kata Adi Suwito, seraya menambahkan kalau Plt di SMAN 1 Lamongan adalah dirinya. “Kalau di SMAN 1 InsaAllah, saya!,” tambah dia. (Mas)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).