// Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV // Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz //

Berita Foto

Trump: Pembicaraan dengan Iran Mungkin Terjadi 'Pada Akhir Pekan'


Kurang dari seminggu sebelum berakhirnya gencatan senjata antara AS dan Iran, kedua pihak mungkin semakin mendekati putaran pembicaraan berikutnya. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa pertemuan berikutnya mungkin akan berlangsung pada akhir pekan.

Baca selanjutnya...

 


Bamsoet Bangga Presiden Jokowi dan Wapres K.H Ma'ruf Amin Menjadi Keluarga Besar Pemuda Pancasila


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila berbangga hati Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin telah resmi menjadi Anggota Kehormatan Pemuda Pancasila.

Penyerahan kartu anggota sudah diberikan saat keduanya menghadiri rangkaian Musyawarah Besar (Mubes) Pemuda Pancasila X pada 26-28 Oktober 2019.

"Pemuda Pancasila merasa terhormat atas kesediaan Presiden Joko Widodo membuka Mubes Pemuda Pancasila X pada 26 Oktober 2019 dan Wakil Presiden KH Maruf Amin menutup Mubes pada 28 Oktober 2019. Kehadiran dua tokoh besar bangsa ini dalam keluarga besar Pemuda Pancasila akan membuat gebrakan baru bagi Pemuda Pancasila dalam menjaga dan membumikan nilai-nilai Pancasila ke hati sanubari rakyat, khususnya kepada diri setiap kader sendiri," ujar Bamsoet di Jakarta, Kamis (31/10/19).

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, sejak didirikan pada 28 Oktober 1959 atas inisiasi Jenderal Besar AH Nasution, Pemuda Pancasila yang kini berusia 60 tahun (setengah abad lebih) telah memainkan banyak peranan penting dalam menjaga, menyebarkan, dan menanamkan nilai-nilai Pancasila. Setiap kader dituntut menjadi patriot yang harus menampilkan wajah Pancasila, bukan menampilkan wajah premanisme maupun nilai-nilai yang tak sesuai ajaran Pancasila.

"Keberadaan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin dalam keluarga besar Pemuda Pancasila meneguhkan bahwa antara nilai-nilai nasionalis dan nilai agamis bisa berbaur dalam rumah besar Pancasila. Karena nilai-nilai Pancasila sesungguhnya tak pernah bertentangan dengan nilai-nilai nasionalisme dan nilai-nilai agama," jelas Bamsoet.

Legislator Partai Golkar Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini menambahkan, bahkan pada sila pertamanya, Pancasila menegaskan akan nilai-nilai ketuhanan, baru kemudian kemanusiaan, dan selanjutnya persatuan. Artinya, siapapun yang menentangkan Pancasila dengan nilai-nilai ajaran agama maupun sebaliknya, menunjukan ketidakpahamannya terhadap Pancasila itu sendiri.

"Para founding fathers kita sejak awal mempersiapkan kemerdekaan menyadari bahwa kemajemukan bangsa Indonesia merupakan rahmat Tuhan yang perlu disyukuri. Bukan justru menjadi pemecah belah rakyat dalam mengisi kemerdekaan. Ditunjang dengan sistem demokrasi yang kini kita anut, menjadikan Pancasila sangat relevan, bukan untuk memaksakan persatuan, melainkan untuk mengelola keberagaman menjadi kekuatan," pungkas Bamsoet. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama