// Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. // Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Serangan Israel memperdalam keretakan di Lebanon


OBeirut, Lebanon – Pada Minggu malam, Georges, 44 tahun, sedang duduk di balkonnya di Ain Saadeh, daerah yang mayoritas penduduknya beragama Kristen di sebelah timur Beirut, ketika teleponnya berdering di dapurnya, Ia berjalan untuk menjawabnya, dan tepat saat ia mengangkat telepon, sebuah ledakan keras mengguncang bangunan di belakangnya.

Lanjut...

Bakamla RI Turut Semarakkan Border Security Workshop di JCLEC Semarang


SEMARANG (wartamerdeka.info) - Plh. Direktur Kerja Sama Bakamla RI Kolonel Bakamla Salim, S.E. secara resmi menutup kegiatan Border Security Workshop yang merupakan Lokakarya Keamanan Perbatasan di Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) Semarang, Jumat (8/11/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang mewakili tiga negara, antara lain Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Total 24 orang peserta dengan komposisi, 8 orang perwakilan Indonesia (terdiri dari 4 personel Bakamla RI dan 4 personel Polri), 8 orang perwakilan Filipina, dan 8 orang perwakilan Malaysia.

Kegiatan yang terlaksana sejak 4-8 November 2019 ini, memiliki tiga tujuan utama, antara lain: pertama, memahami peran dan tanggung jawab lembaga regional dalam menangani tindak kejahatan perompakan, perampokan bersenjata, dan penculikan untuk menerima uang tebusan. Kedua, memahami peran organisasi Internasional/non pemerintah dan peran hukum laut Internasional serta meningkatkan jejaring hubungan antar lembaga kelautan dan coast guard di kawasan. Ketiga, memperkuat networking, pengolahan informasi dan table top exercise untuk pengambil keputusan.

Kolonel Salim dalam sambutannya memberikan apresiasi atas antusiasme dan semangat dari semua peserta yang terlibat aktif dalam workshop. Diharapkan kegiatan ini membawa dampak pengetahuan dan pengalaman untuk institusi maupun  bagi negara masing-masing peserta.

Lebih lanjut, Kolonel Salim turut memberikan ucapan terima kasih kepada pembicara, jajaran panitia, khususnya kepada pihak JCLEC, dan Austraian Border Force (ABF) yang mendukung terlaksananya workshop ini.

"Sudah menjadi komitmen Bakamla RI untuk senantiasa terlibat dalam kegiatan peningkatan Maritime Domain Awareness dalam bentuk kerja sama keamanan maritim, baik antar instansi dalam negeri maupun kolaborasi antar negara dalam menciptakan kawasan yang damai, aman dan netral", pungkas Kolonel Salim mengakhiri sambutan penutupnya. (A)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama