Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

 


Di Tengah Pandemi Corona, Di Kota Tasikmalaya 343 Orang Terserang DBD, 6 Meninggal


TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) - Ada kabar memprihatinkan dari Kota Tasikmalaya. Bersamaan dengan  merebaknya Covid-19, kini di Kota Resik itu terserang juga wabah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Bahakan sejak Januari 2020 lalu hingga Mei 2020, warga yang terjangkit DBD sudah mencapai angka 343 orang, dan yang meninggal enam orang meninggal.

Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan dan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih membenarkan akan hal tersebut, bahwa kasus DBD yang terjadi selama bulan Januari dan Mei sekarang telah meningkat hingga mencapai 343 kasus, dan yang meninggal 6 orang  setelah digigit nyamuk Aedes Aegypti.

Disebutkan juga oleh Suryaningsih bahwa masyarakat harus mewaspadai peralihan musim panas ke musim hujan yang dapat berpotensi banyaknya sarang nyamuk Aedes Aegypti.

Hal ini menyebabkan timbulnya jentik nyamuk, karena peralihan tersebut. Lalu jentik itu menjadi dewasa dan berbahaya.

DBD akan merebak jika lingkungannya kotor. Apalagi di seluruh wilayah se Kota Tasikmalaya masih tetap ada endemis DBD, yang tersebar di 69 kelurahan.

"DBD tak mengenal batas umur dan bisa terjadi bagi siapa pun juga. Namun, saya meminta agar masyarakat selalu membersihkan lingkungan," paparnya, kemarin. (H. Adam)

Posting Komentar untuk "Di Tengah Pandemi Corona, Di Kota Tasikmalaya 343 Orang Terserang DBD, 6 Meninggal"