// Menteri luar negeri dari Pakistan, Turki, Mesir, dan Arab Saudi bertemu di Islamabad, dengan tujuan meredakan perang AS-Israel terhadap Iran. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. // Serangan AS-Israel menghantam infrastruktur penting, kelompok garis keras menuntut penarikan diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir. // Sakamoto Kaori dari Jepang meraih gelar juara seluncur es kejuaraan dunia di Praha, Republik Ceko, pada hari Jumat. //

Trulli
Menteri Luar Negeri Pakistan Muhammad Ishaq Dar (kiri) menyambut mitranya dari Turki, Hakan Fidan, sebelum pertemuan konsultasi dua hari dengan para menteri luar negeri Turki, Arab Saudi, Mesir dan Pakistan di Islamabad pada Minggu (29/3/2026) (Kementerian Luar Negeri Turki/Handout via Anadolu)

Destinasi Wisata

Trulli
Pucok Krueng terletak di Kabupaten Aceh Besar. Tempat ini merupakan sungai yang ada gua dan tebingnya. Jarak tempuh dari Banda Aceh sekitar 40 menit ke arah jalan Banda Aceh- Meulaboh, kemudian memasuki area jalanan berbatu yang dikelilingi hutan dan perkebunan warga. Keindahan alamnya membuat para wisatawan selalu mengabadikan setiap momentnya. Saran, bila berkunjung sebaiknya di pagi hari, karena tebingnya menutup sinar matahari saat sore hari.

Perusahaan aluminium terbesar UEA melaporkan 'kerusakan signifikan' akibat serangan Iran


Produsen aluminium terbesar di Uni Emirat Arab mengatakan bahwa lokasi pabriknya di Abu Dhabi mengalami "kerusakan signifikan" selama serangan rudal dan drone Iran.

Lanjut...

Terima Pengurus Pusat KBPP Polri, Bamsoet Ajak Masifkan Vaksinasi Ideologi Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan, selain menyebabkan krisis kesehatan, ekonomi, dan sosial, pandemi Covid-19 juga menyebabkan krisis ideologi. Karenanya MPR RI bersama Keluarga Besar Putra-Putri Polri (KBPP Polri) akan terus bersinergi memasifkan 'vaksinasi ideologi' dalam bentuk Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, menyebarkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, untuk memutus mata rantai penyebaran virus radikalisme dan ekstrimisme. Melengkapi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan guna memutus penyebaran virus Covid-19. 

"Tantangan menghadapi paham radikalisme di Indonesia bukanlah persoalan gampang. Tekanan dan beban kehidupan yang dirasakan semakin sulit dan berat, terutama di saat pandemi saat ini, berpotensi mendorong tumbuh suburnya radikalisme sebagai solusi instan dan pelarian dari berbagai himpitan persoalan hidup. Ditambah fakta sosiologis bahwa kita ditakdirkan menjadi bangsa dengan tingkat heterogenitas yang tinggi, menjadikan kita berada dalam posisi rentan dari ancaman potensi konflik," ujar Bamsoet usai menerima Pengurus Pusat KBPP Polri, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Kamis (9/9/2021).

Jajaran KBPP Polri yang hadir antara lain, Ketua Umum Evita Nursanty, Sekretaris Jenderal Brigjen Pol (Purn) Siswandi, Bendahara Umum Arinta, Ketua Politik dan Hubungan Antar Lembaga Rapsel Ali, Ketua BUMN, Koperasi, UKM dan Kewirausahaan Deddy Y.H. Sitorus serta Ketua OKK Enita Adyalaksmita. 

Ketua DPR RI ke-20 sekaligus Dewan Kehormatan KBPP Polri ini menjelaskan, secara geografis Indonesia adalah negara kepulauan yang terpisah oleh lautan. Secara sosio-kultural, bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku, budaya, adat istiadat, agama dan kepercayaan. Ditambah dengan potensi kekayaan sumber daya alam yang berlimpah, dan posisi geografis yang strategis dalam lalu lintas kemaritiman, menempatkan Indonesia sebagai magnet bagi berbagai kepentingan global. 

"Mengelola kemajemukan bagi negara yang penuh keberagaman seperti Indonesia adalah sebuah keniscayaan. Ketidakmampuan mengelola kemajemukan, dan ketidaksiapan sebagian masyarakat menerima kemajemukan tersebut, berpotensi menimbulkan berbagai gejolak yang dapat mengancam ikatan kebangsaan," jelas Bamsoet. 

Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menyatakan, fenomena tersebut akan dihadapi dalam bentuk, motif, dan gerakan yang berbeda-beda. Misalnya, implementasi dan praktik kehidupan beragama sebagai salah satu jenis identitas yang sifatnya majemuk di Indonesia, pada beberapa kasus turut melahirkan berbagai gejolak tersebut, bahkan di antaranya cenderung bersifat radikal. 

"Wawasan kebangsaan tidak serta merta lahir dan dimiliki secara alamiah. Harus ditanamkan, dijaga, dirawat, agar dapat terus tumbuh, berkembang dan lestari sebagai sebuah sistem nilai. Membangun wawasan kebangsaan harus menjadi proses yang berkesinambungan agar mengakar kuat dan tidak lekang oleh dinamika zaman. Serta dilakukan secara masif agar menyentuh seluruh elemen masyarakat. Karena itulah MPR RI konsisten melaksanakan vaksinasi ideologi berupa Sosialisasi Empat Pilar,  sebagai pembangunan karakter bangsa," pungkas Bamsoet. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama