Produsen aluminium terbesar di Uni Emirat Arab mengatakan bahwa lokasi pabriknya di Abu Dhabi mengalami "kerusakan signifikan" selama serangan rudal dan drone Iran.
Emirates Global Aluminium mengatakan pada hari Sabtu bahwa beberapa karyawan terluka dalam serangan tersebut, tetapi tidak ada cedera yang mengancam jiwa.
Sebelum pengumuman perusahaan, pihak berwenang di Abu Dhabi telah melaporkan bahwa puing-puing dari rudal balistik yang dicegat jatuh ke area industri, menyebabkan beberapa kebakaran dan melukai enam orang.
Aluminium adalah salah satu ekspor utama negara itu ke Jepang.
Financial Times melaporkan bahwa kawasan Teluk menyumbang sekitar 10 persen dari produksi aluminium global untuk industri otomotif dan lainnya, dan berfungsi sebagai sumber pasokan utama untuk Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat.
Surat kabar Inggris tersebut mencatat bahwa produsen mobil khawatir bahwa konflik militer yang berkepanjangan di kawasan tersebut dapat mengganggu pasokan aluminium. (NHKWord)
