Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

 


 


Masuk Level 3 PPKM, Pemkab Barru Genjot Vaksinasi 150 Orang Setiap Desa/Kelurahan

BARRU (wartamerdeka.info) - Sebanyak 17 daerah di Sulawesi Selatan naik status PPKM ke level 3. Kenaikan level pembatasan ini karena cakupan vaksinasi yang masih di bawah 40%. Salah satu diantaranya, Kabupaten Barru. 

Sebelumnya, Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengeluarkan surat edaran terkait PPKM level 4, 3, 2 dan 1. Selain itu, surat edaran dikeluarkan dalam rangka mengoptimalkan posko penanganan di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran virus Covid-19.

Surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2021. Dalam surat edaran itu, Kabupaten Barru berada di PPKM level 3. Dan berdasarkan aturan pusat, indikator penetapan PPKM kabupaten/kota, yang kini memasukkan cakupan vaksinasi dosis 1. Dengan demikian, PPKM kabupaten/kota akan dinaikkan satu level apabila capaian total vaksinasl dosis 1 kurang dari 40%.

Terkait dengan surat edaran Plt. Gubernur Sulsel, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Barru, dr. Amis Rifai mengatakan bahwa, naiknya status Barru ke level 3 disikapi oleh Bupati Barru, Ir. H. Suardi Saleh M.Si., dengan melakukan Rakor bersama instansi terkait, pada Ahad kemarin (24/10/2021).

"Hasil dari Rakor tersebut adalah, Camat, Kapus, Kades dan Lurah diminta untuk melakukan gerakan vaksinasi serentak dengan sasaran target 150 orang per desa/kelurahan setiap hari", ujar dr. Amis yang dikonfirmasi, Senin  (25/19/2021).

Kadis Kesehatan Barru ini optimis target 40 persen vaksinasi dapat dicapai, sehingga Barru  bisa kembali turun ke level 2.

"Ketersediaan vaksin di Barru saat ini masih ada sekira 5000 dosis dan besok akan ada lagi tambahan 9000 dosis. Dengan demikian, kami optimis target 40 persen vaksinasi dapat kita capai", pungkasnya.

(akm/sam)

Posting Komentar untuk "Masuk Level 3 PPKM, Pemkab Barru Genjot Vaksinasi 150 Orang Setiap Desa/Kelurahan"