Jelang Rakor, Dua Anggota Penasehat PP PMTI Mundur

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Di luar dugaan dua anggota penasehat Pengurus Pusat PMTI (Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia) sontak mundur dari kepengurusan. Keduanya adalah Irjen Pol (Purn.) Frederik Kala'lembang dan David Allorerung. Tidak jelas penyebab mundurnya kedua tokoh masyarakat Toraja ini. 

Namun dari desas-desus yang beredar, keduanya diketahui mundur karena merasa tidak ada lagi rasa saling menghormati dan saling menghargai. Juga tidak ada transparansi dalam mengelola organisasi seperti PMTI. Semisal, AD/ART produk Mubes PMTI lalu tiba-tiba berubah atau direvisi untuk kepentingan pengesahan di Kemenkumham. 

Revisi, sekalipun untuk pengesahan, menurut mereka harus sesuai mekanisme organisasi dalam pengambilan keputusan. "Seharusnya mereka lakukan dengan beretika, seharusnya bentuk tim perumus utk mencari rumusan yg bisa diterima dan sesuai aturan. Kemudian, bertahap komunikasikan dengan IKT/IKAT dll dan kalau sdh ada kesepahaman baru akhir tahun ini atau tahun depan laksanakan Mubeslub," ujar David Allorerung. 

Kepada awak media, lewat WhatsApp, Jumat (27/5), salah satu perancang AD/ART Mubes PMTI ini, mengatakan, hasil Mubes lalu sudah diterima baik semua Ormas Toraja yang lain. "Ttp kemudian diam2 diubah, ttp mereka ngotot bahwa mereka benar," timpalnya. Harusnya, tambah David, sebelum didaftar ke Kemenkumham dibawa dulu ke dalam Mubeslub. 

"Makanya saya bilang kalau mau ubah rumuskan kembali (oleh tim yg ngerti) baru bawah di mubeslub. Kalau diterima daftarkan, kalau ditolak kembali ke hasil Mubes IV," terang David Allorerung yang dikenal organisatoris ini. (nanto)

Posting Komentar untuk "Jelang Rakor, Dua Anggota Penasehat PP PMTI Mundur"