// Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. //

Berita Foto

Israel tidak akan bernegosiasi dengan Hizbullah


Duta Besar Israel, Yechiel Leiter, mengatakan meskipun Israel telah setuju untuk melakukan pembicaraan tentang Lebanon di Washington, DC, pada hari Selasa, namun tidak akan membahas gencatan senjata dengan Hizbullah..

Lanjut...

Protes Terhadap Tindakan Gubernur Sudirman Yang Hendak Mencopot Sekprov Abdul Hayat Gani Terus Bermunculan, GMS Desak DPRD Lakukan RDP Dan Bentuk Pansus Angket

MAKASSAR (wartamerdeka.info) -  Tindakan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman yang "diam-diam" hendak mencopot / memberhentikan Sekrov Abdul Hayat Gani terus mendapat protes dari masyarakat.

Aksi protes ini di antaranya datang dari Gerakan Masyarakat Sulawesi Selatan (GMS).

Sulfarid Saleh selaku Kordinator GMS menerangkan bahwa tindakan gubernur tersebut dinilai tidak efektif dan efisien untuk menjalankan roda pemerintahan dan program-program kerja yang sudah dijanjikan di akhir periode gubernur Sulawesi Selatan ini tanpa wagub dan sekda.

Seperti diketahui Gubernur Andi Sudirman, baelum lama ini, meminta kepada Presiden dan Kementerian Dalam Negeri untuk mencopot / memberhentikan Sekrov Abd. Hayat Gani dengan nomor surat : 008 / 0019 / BKPSDMD.

Tindakan ini menuai sorotan dan kegaduhan di tengah - tengah  masyarakat  Sulawesi Selatan. 

Hal itu dibuktikan dari munculnya protes dan  aksi penolakan dengan membawa ribuan massa di depan Kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Sulsel, yang dilakukan oleh Gerakan Masyarakat Sulawesi Selatan (GMS) dan juga Jaringan Mahasiswa Hukum Indonesia (JMHI)

Selain Gerakan Aksi penolakan yang meminta Presiden dan Menteri Dalam Negeri untuk menolak surat tersebut, massa aksi juga meminta kepada DPRD Provinsi untuk segera membentuk Pansus Hak Angket dan laksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) sesuai dengan surat Gerakan Masyarakat Sulawesi Selatan (GMS) tertanggal 25 November 2022. 

"Banyak PR-nya pak gub, meskipun wagub dan sekda ada, saya rasa berat untuk beliau selesaikan janji-janjinya/PR nya itu, apalagi kalau kedua nya (wagub dan Sekda) tidak ada,"  ujar Sulfarid Saleh selaku Kordinator GMS.

Sulfarid Saleh, melalui pesan whatsapp juga menjelaskan kepada pihak media bahwa dirinya dan kawan - kawan mendesak DPR untuk secepatnya bertindak untuk menghidari konflik di masyarakat yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

"Tindakan Gubernur ini harus kita urai kebenaran dan apa motif sebenarnya, kenapa terkesan ngotot sekali dan memaksakan diberhentikannya Sekda Provinsi, kita tunggu jadwal RDP di DPRD Provinsi," tutupnya. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama