Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Wikanda Terus Menggebrak, HMI Netral


Oleh: Aris Kuncoro

Bekasi-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bekasi menyatakan tetap dalam posisi netral (independen) berkaitan dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bekasi yang akan berlangsung Maret nanti. Namun begitu, menurut Sekretaris HMI Cabang Baekasi Fajar, HMI tetap akan berperan dalam mewujudkan Pilkada Kabupaten Bekasi yang damai.

‘’Kami juga akan berpartisipasi aktif dalam upaya mewujudkan Pilakda yang jujur dan adil,’’ujar Fajar, di sela-sela kegiatan seminar Mempertegas Peran Fungsi Mahasiswa dalam Mewujudkan Pilkada Kab. Bekasi yang Damai” yang digelar HMI Cabang Bekasi, di gedung Serbaguna Kecamatan Cibitung, Sabtu lalu (13/1).

Mengenai kegiatan seminar yang dihadiri anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bekasi Idham Cholik, anggota Panwasda Zaki Hilmi serta para tokoh pemuda dan mahasiswa se Kabupaten Bekasi itu, Fajar mengatakan hal itu sebagai upaya HMI mengajak masyarakat agar bisa melek (melihat secara sadar) dan bersikap kritis terhadap kemungkinan beberapa pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan Pilkada.

‘’Untuk itu kami mengajak agar berbagai komponen masyarakat, terutama mahasiswa dan pemuda cepat melaporkan ke Panwasda di tingkat wilayah masing-masing, jika melihat adanya pelanggaran dalam proses Pilkada, supaya bisa diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,’’ujarnya.


Mengenai dugaan ada beberapa calon yang bermasalah, Fajar mengatakan, semua itu serahkan saja ke KPUD, karena semua itu tanggung jawab KPUD. ‘’Kami hanya memberi masukan agar dugaan tersebut bisa dibuktikan kebenarannya dan diproses. Supaya jika nanti terpilih menjadi Bupati sudah betul-betul bersih dan masyarakat tidak dirugikan adanya dugaan pemimpin yang bermasalah,’’tandasnya.


Soal konflik antar pendukung calon bupati-wakil bupati, Fajar mengatakan, walaupun telah terselesaikan HMI tetap akan memantau terus perkembangannya dan bila terjadi hal negatif akan melaporkannya ke Panwasda. ‘’Dan, kami berharap Panwasda bisa bertindak tegas dalam penanganannya, sebab hal itu tidak boleh dibiarkan,’’tambahnya.


Tokoh pemuda Bekasi Muridi Ade Bosih dan Kiki Pribadi,SH mengatakan, sangat merespon apa yang dilakukan HMI. Sebab tekad HMI sejalan dengan tekad para tokoh pemuda dan kaum muda Bekasi.


‘’Kami juga berharap agar kegiatan proses Pilkada melibatkan para kawula muda,
sehingga nantinya akan terpilih pemimpin jujur, adil, dan bersih,’’tambah Ketua Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FK PSM) Kab Bekasi Soeyoto.


Sementara itu, seusai penetapan enam calon bupati-wakil bupati oleh KPUD, 12 Januari lalu, sejumlah calon bupati-wakiol bupati langsung melakukan gebrakan.
Wikanda Darmawijaya, misalnya. Cabup yang diusung Koalisi Partai Politik Peduli Bekasi (KP3B) ini diundang oleh ratusan tokoh masyarakat di Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, untuk didengar visi dan misinya jika nanti terpilih sebagai Bupati Bekasi.

Keterangan Foto: Wikanda Daermawijaya (berbaju putih, tengah)berfoto bersama dengan sejumlah tokoh masyarakat Desa Setia Mekar, Tambun Selatan, sesuai memaparkan visi dan misinya jika nanti terpilih sebagai bupati

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama