Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Hujan Deras Disertai Angin Puting Beliung, Robohkan Satu Rumah

REMBANG-Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang pedukuhan Semen, desa Sekarsari kecamatan Sumber, Jumat siang (17 September 2010). Dari kejadian tersebut menyebabkan satu rumah roboh, puluhan lainnya rusak sedang dan ringan. Sempat membuat geger warga sekitar, namun tidak ada korban jiwa dari bencana yang terjadi.

Kepala Desa Sekarsari, Joko Budi Santoso saat ditemui menerangkan, hujan deras mulai mengguyur sekitar pukul setengah dua siang. Sekitar setengah jam kemudian datang angin puting beliung menerjang pemukiman warga.

Dituturkan Joko, satu-satunya rumah warga yang roboh, milik pasangan suami istri Sarjo dan Supi. Beruntung kedua orang lanjut usia itu sempat menyelamatkan diri sebelum rumahnya roboh.

Joko menambahkan, usai hujan reda warga langsung bergotong- royong membersihkan puing-puing rumah Sarjo. Selanjutnya baru memperbaiki rumahnya sendiri yang rusak akibat terjangan angin puting beliung. Total kerugian yang dialami warga disebutnya mencapai puluhan juta rupiah.

Suharso, Sekertaris Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi yang juga Kepala Kantor Kesbangpolinmas Rembang, saat dihubungi menyampaikan, setelah pihaknya menerima laporan adanya bencana di desa Sekarsari kemudian berkoordinasi dengan Muspika setempat. Diinstruksikan agar meninjau lokasi bencana, guna mencatat kerugian dan mendata kebutuhan warga, pasca terjadinya bencana.

Menurut Suharso, langkah taktis diambil, Satlak PBP segera menghubungi Dinsosnakertrans Rembang agar secepatnya menyalurkan bantuan kepada warga yang tertimpa bencana.

Ditambahkan, pihaknya hari ini melaporkan kejadian bencana tersebut ke Bagian Kemasyarakatan Setda, mengajukan usulan bantuan kepada pasutri Sarjo dan Supi, untuk meringankan biaya pendirian rumahnya seperti sedia kala. (hasan/sukirno)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama