// Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV // Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz //

Berita Foto

Trump: Pembicaraan dengan Iran Mungkin Terjadi 'Pada Akhir Pekan'


Kurang dari seminggu sebelum berakhirnya gencatan senjata antara AS dan Iran, kedua pihak mungkin semakin mendekati putaran pembicaraan berikutnya. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa pertemuan berikutnya mungkin akan berlangsung pada akhir pekan.

Baca selanjutnya...

 


Ponpes Kauman Lasem Gelar Lokakarya Masalah Ketenagakerjaan



 REMBANG (wartamerdeka.com) - Banyaknya tenaga kerja asal Indonesia yang dihukum pancung di Arab Saudi, lari dari majikan,bunuh diri serta berbagai kasus lain yang menimpa banyak TKI asal Indonesia menunjukkan bahwa masih banyak permasalahan yang sangat kompleks dan perlu pembenahan secara berkelanjutan. Demikian dikemukakan Drs H Agus Sunaryadi, Direktur Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia mewakili Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan tenaga Kerja Pusat dalam acara lokakarya masalah ketenagakerjaan bertempat di aula pondok pesantren Kauman, Lasem, Rembang, Rabu (11/1) kemarin.
 “Terus terang saja pemahaman masyarakat yang akan bekerja sebagai TKI selama ini masih rendah. Saat ini di tingkat nasional tercatat sebanyak 49 PJTKI masuk dalam daftar hitam, dan yang berhak menghukum PJTKI adalah menteri tenaga kerja,” kata Agus Sunaryadi di sela-sela lokakarya.

Sementara itu pimpinan ponpes Kauman, Lasem, Rembang KH Zaim Achmad Mas`shoem (Gus Zaim) dalam sambutannya menyatakan keprihatinannya soal nasib para TKI yang bermasalah di luar negeri, sehingga acara yang demikian perlu terus ditindaklanjuti.
“Dalam kunjungan kerja saya ke Yordania, terdapat 25.000 TKI kita illegal. Demikian juga saat saya ke Syria, disana masih terdapat TKI sebanyak 25.000 ilegal. Ini masalah yang sangat besar dan kompleks dan pemerintah perlu segera mencari jalan keluar,” kata Gus Zaim.
Sementara dari Ketua PPM (Pusat Peranserta Masyakarat) DPW Prop Jateng Tarmuji Aji Prasetyo menyebutkan jika sekarang ini masih banyak PJTKI yang hanya berkesan mengejar target dengan mendapat fee (imbalan) tanpa memperhatikan kualitas dan pendidikan yang cukup bagi calon TKI. Lokakarya jua diikuti segenap perwakilan PPM Kabupaten di Jateng, DPW PPM Jatim,Jabar,Banten dan PPM DPW Yogyakarta. Ikut pula mengisi materi lokakarya sehari, Dra Wika Bintang MM dari Disnakertran Prop jateng. (Hasan)


(Sumber: www.wartamerdeka.com)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama