Bupati Gorontalo dihubungi usai pertemuan ini menerangkan, ada dua hal disampaikan oleh Presiden Jokowi. Pertama, evaluasi terkait ekonomi, politik, sosial.
“Jadi pebiyaaan itu bukan sekedar dana APBD, tapi juga dana-dana dari luar dan investasi dan sebagainya,, " terang Bupati Nelson.
Presiden juga menekankan, dana tersebut digunakan dengan baik, tidak dikorupsi termasuk dana desa. Berikut juga pengembangan SDM. Sumber daya ini penting karena modal kita dalam membangun.
Di bagian akhir, Presiden juga menyampaikan, penegakan hukum, yang tentunya masalah korupsi termasuk penggunaan dana desa tadi diharapkan agar dalam membangun tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Memang, yang belum dilakukan yakni melakukan peminjaman untuk pembangunan infrastruktur. Membangun daerah itu bisa meminjam dan ini sudah kita sampaikan terutama investasi untuk hal-hal produktif. Contoh rumah sakit dan pasar.
“Nah kalau kita tergantung di APBD. Jadi lambat kita membangun. Dan saya berharap peminjaman bagi pembangunan rumah sakit nanti. Nanti kita lihat, berapa pendapatan PAD rumah sakit dan berapa yang akan kita pinjam. Dan ini tidak mengganggu APBD Kabupaten Gorontalo, karena rumah sakit itu PAD-nya besar, termasuk pasar,” tutup Nelson.(Irfan /ar)
