// Ukraina menandatangani pakta pertahanan dengan negara-negara Teluk dalam upaya untuk mendapatkan dukungan finansial. // Indeks saham Nikkei 225 turun lebih dari 2.000 poin (+4%), pada Senin pagi, di tengah kekhawatiran konflik di Iran akan meningkat dan mengganggu pasokan minyak mentah. // Menteri luar negeri dari Pakistan, Turki, Mesir, dan Arab Saudi bertemu di Islamabad, dengan tujuan meredakan perang AS-Israel terhadap Iran. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Wisata

Profil: Anda AH

Menteri Luar Negeri Pakistan mengatakan perundingan antara Iran dan AS akan diadakan dalam waktu dekat.


Namun Iran kembali bersumpah untuk berjuang sampai akhir. Sumpah itu muncul setelah AS mengumumkan akan mengerahkan pasukan respons cepat militernya di wilayah tersebut.

Lanjut...

WMChannel


 

Oknum Petugas PLN Cabut KWH Meter Warga


TORAJA UTARA (wartamerdeka) - Warga Dusun Ba'tan di Lembang Rindingkila', Kecamatan Buntao', Toraja Utara, Sulsel, keluhkan tindakan oknum petugas PLN Rayon Rantepao dengan mencabut KWH meter di rumah mereka.


Tindakan pencabutan itu juga dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Hal ini disesalkan warga. Bahkan Kepala Lembang Rindingkila', Saul Saleaka Patiung, kecewa karena tanpa pemberitahuan. 

Informasi ini langsung disampaikan warga ke awak media ini, Rabu malam tadi (22/11). 

Warga yang merasa dirugikan ulah tindakan oknum PLN tersebut bernama Kabubu dan Indo Sempa. Bahkan akan menyusul 5 warga lagi.   

Warga lalu mendatangi kantor PLN Rayon Rantepao guna menemui Manager Rayon PLN Rantepao, Bontos Himawan Suseno. Namun sang Manager sedang tidak di tempat. 

"Saya baru tiba juga dari Bittuang tidak sempat ketemu warga yang ada di foto," ungkap Bontos, saat dikonfirmasi lewat layanan Whatsapp malam tadi. 

Bontos mengakui, untuk masalah di Buntao memang ada 2 pelanggan kena penertiban tim dari PLN Area Palopo karena alamat tidak sesuai. "Seharusnya alamat Bokin tapi terpasang di Buntao," timpalnya. 

Namun, kata Bontos, untuk penyelesaian, pihaknya mengambil jalan tengah. Pelanggan yang di Buntao tersebut disarankan pasang baru, sedang KWH Meter yang sudah dicabut (diangkat)  dikembalikan sesuai alamat yang seharusnya.

Merespon ini, tokoh masyarakat Buntao yang juga aktivis Toraja Transparansi, Salmon SP, sangat menyayangkan tindakan pihak PLN tersebut, apalagi tanpa penjelasan ke warga. 

"Ini juga saya dengar tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Bayangkan, kalau memang benar, sampai kepala desanya kecewa. Apapun yang namanya perusahaan apalagi ini BUMN di daerah tetap ada kebijakan itu pasti, dan yang terpenting tidak mempersulit dan memberatkan masyarakat pelanggan terutama soal tarif," ujar Salmon yang juga kontributor berita Harian Swara Nasional Pos (SNP) terbitan Jakarta, ketika dihubungi via ponsel tengah malam tadi. (TOM)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama