Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Forum Komunikasi Transportasi Online Minta Keadilan, Walikota Tasikmalaya Janjikan Dua Hari


TASIKMALAYA (wartamerdeka) - Forum Komunikasi Transportasi Online Tasikmalaya mempertanyakan sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya yang telah mengeluarkan surat edaran berupa larangan beroperasi angkutan yang berbasis online. 
Karena dampak surat tersebut telah menimbulkan konflik horizhontal antara transportasi online dengan sejumlah angkutan konvensional. Bahkan surat itu juga telah dijadikan legalitas senjata sweeping terhadap driver transportasi online.
"Pasca surat itu terbit banyak kejadian tindakan kekerasan yang menimpa driver angkutan online selama ini. Karena sebelum adanya surat itu tidak ada tindakan sweeping"beber Dewan Pembina Forum Komunikasi Transportasi Tasikmalaya, Ir H Nanang Nurjamil saat audiensi dengan Walikota Tasikmalaya, Senin (29/1/2018).
Nanang pun meminta kepada walikota agar secepatnya mencabut surat itu. Demi untuk menjaga kondusivitas di lapangan. Karena dikuatirkan eksesnya bisa ada resistensi dari driver online yang jumahnya sudah mencapai sekitar 4 ribuan.
"Kami pun mempertanyakan kepada pemkot, kenapa surat edaran itu hanya ditujukan kepada driver online saja? Mengapa tidak berlaku juga kepada ojek pangkalan. Padahal sama-sama tidak memiliki regulasi yang jelas.Jadi di mana rasa keadilan itu?,"terangnya.
Nanang pun menjelaskan tadinya 4 ribu driver itu berencana akan melakukan aksi demo balasan ke Pemkot dan DPRD.Karena merasa selama ini telah menjadi korban atas sejumlah tindakan kekerasa yang di lakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Namun niat demo balasan itu diurungkan, sebab bisa memicu aksi berkelanjutan.Sehingga lebih menempuh secara persuasif dengan cara audiensi seperti ini.Guna menyampaikan sejumlah aspirasi jeritan sejumlah driver transportasi online,"imbuhnya.
Pria yang lama tinggal di Makasar itu meminta juga kepada Dinas Perhubungan, terkait sopir angkot supaya bisa memakai seragam, punya KTA, tidak ugal-ugalan serta bisa tertib. Tentunya Dinas Perhubungan punya kewenangan untuk segera menindaknya.
Sementara itu, Walikota Tasikmalaya, Drs H Budi Budiman mengaku sangat apresiasi dengan adanya audiensi tersebut. Pihaknya berjanji akan segera membuat keputusan surat edaran yang baru dan minta waktu selama dua hari.
"Ini masa transisi saja dampak dari teknologi. Semua pihak juga harus memahami dengan kondisi ini.Kami akan diskusi dulu dengan sejumlah pihak yang terlibat itu.Insya Allah nanti bisa ada solusi bagi semuanya,"janjinya.
Budi secara khusus menyarankan bagi roda empat untuk segera mendaftarkannya.Karena saat ini telah keluar peraturan dari kementrian perhubungan yang memperbolehkan beroperasi terhitung awal Februari.Adapun bagi Kota Tasikmalaya itu tersedia sebanyak 122 kuota. (Ariska)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...