Langsung ke konten utama

Dato MZA: Novalia, TKW Korban Kekerasan Majikannya Kini Sudah Berada Di KBRI Kuala Lumpur


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Karawang yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia dan sempat dilaporkan suaminya menjadi korban kekerasan majikannya kini berhasil dibebaskan oleh pihak KBRI di Kuala Lumpur.

Hal ini diungkapkan Tokoh Pembela TKI di Malaysia Dato Muhammad Zainul Arifin SH MH yang akrab disapa MZA kepada wartamerdeka.info, pagi ini.

"Ya, kita bersama Tim Migrant Care bersama-sama suami korban, kemarin,  ke KBRI untuk melihat korban yang saat ini sudah dibebaskan oleh pihak KBRI dari tangan Ejensi (agensi) Malaysia," ujar Dato MZA.

TKW bernama Novalia Oktavianti, kelahiran Karawang 17 Oktober 1990 itu berada di shelter penampungan KBRI Kuala Lumpur dalam keadaan sehat.

"Alhamdulillah... Sedikit-sedikit masalah yang dihadapi korban dapat terselesaikan atas bantuan pihak KBRI," ujar Dato MZA yang juga tercatat sebagai Calon Anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta 2 (yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri) pada Pemilu 2019. 

Untuk saat ini, tambah Dato MZA, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) akan berusaha menghubungi pihak ejensi (agendi) Malaysia utk meyelesaikan masalah gaji yang tertunggak oleh majikan korban. Setelah gaji dibayar barulah korban bisa dipulangkan.

"Kita berterima kasih bayak dan apresiasi sebesar-besarnya kepada pihak KBRI yang telah membantu kita dan juga terima kasih kepada Bapak Alx Ong sebagai Direktur Migrant Care perwakilan Malaysia atas bantuan koordinasinya. Semoga masalah yang lain dapat terselesaikan dengan cepat," ujar Dato MZA yang juga Sekretaris DPLN PPP Perwakilan Malaysia.

Menurut Dato MZA, pihaknya juga akan menelusuri dugaan kasus pidana penganiayaan dan pelecehan terhadap TKW tersebut.

"Kita juga akan membantu minta gaji korban yang belum dibayar selama 5 bulan," tambahnya.

Dato MZA menambahkan bahwa kasus ini berawal dari surat yang dikirimkan suami korban, bernama Sudarmono kepada pihak KBRI. Pihak suami korban juga mengadukan hal itu kepada dirinya.
Akhirnya diupayakan agar korban bisa diselamatkan / dibebaskan dari rumah majikannya dan dari agensi Malaysia. (Aris Kuncoro)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...