// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

KPK Intentifkan Penyidikan Kasus Bupati Cianjur Terkait Kasus Suap DAK Pendidikan


JAKARTA (wartamerdeka.info) -
Kasus Korupsi yang menjerat Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar terus dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Terutama yang berkaitan dengan penyidikan kasus suap Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur yang dilakukan Irvan.

Febri Diansyah Jurubicara KPK menerangkan, penyidik kembali memanggil terhadap sejumlah saksi dari beberapa kepala sekolah di Kabupaten Cianjur, Kamis (17/01/2019).

"Dua kepala sekolah kembali dipanggil untuk keperluan penyidikan tersangka Irvan Rivano Muchtar, Bupati Cianjur," sebut Febri.

Adapun kepala sekolah yang dipanggil dari 2 sekolah SMP Yaitu,Kepala Sekolah SMPN 2 Mande, Nita Herlida dan SMP Al Hidayah Mande, Kamaludin.

KPK juga memanggil dua orang staf Hotel Yasmin, Erik Munandar dan staf sarana prasarana Dinas Pendidikan, Norman.

KPK sebelumnya juga memanggil beberapa kepala sekolah , yaitu Kepala Sekolah SMP PGRI Cugenang, Susila Cireja; Kepala Sekolah SMAN 5 Cikalongkulon, Cecep Wahyu Wibisana; Kepala Sekolah SMPN 2 Cibeber, Esih Hasanah; dan Kepala Sekolah SMP PGRI Ciranjang, Enay Sunarya,
Kepala Sekolah SMPN 2 Pagelaran, Apit Subardi; Kepala Sekolah SMPN 4 Sukanagara, Jaimin dan; Kepala Sekolah SMPN 2 Sindangbarang, Cece.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya KPK menetapkan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar (IRM) sebagai tersangka bersama Kepala Dinas Pendidikan Cianjur, Cecep Subandi, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Rosidin dan Tubagus Cepy Sethady yang merupakan kakak ipar Irvan.
Terkait kasus meminta, menerima atau memotong pembayaran DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur dengan total 14,5 persen dari anggaran Rp 46,8 miliar. (khoer)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama