// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Kodim Brebes Wujudkan Rumah Layak Bagi Nenek Kalimah


BREBES (wartamerdeka.info) - Bersama dengan Muspika setempat, jajaran Koramil 0713-08/Bumiayu wujudkan asa Kalimah (65) memiiki rumah layak huni dan nyaman untuk ditempati.

Hal tersebut Disampaikan Dandim 0713/Brebes Letkol Faisal Amri dalam rilis tertulisnya di Brebes, Jawa Tengah, Kamis (20/6/2019).

Dijelaskan Dandim, pasca rumahnya roboh karena termakan usia, Kalimah mendapatkan perhatian semua pihak untuk turut serta membangunkan kembali rumahnya agar layak huni.

"Bersama warga, jajaran Koramil Bumiayu dan Muspika, bergotong royong membangunkan rumah  Nenek Kalimah,"Faisal.

"Rumah itu roboh pada hari Selasa (18/6/2019), semua pihak merasa iba, apalagi Nenek Kalimah tinggal seorang diri. Selama ini juga dirinya tergantung kepada anaknya," imbuh  Faisal.


Setelah warga dan perangkat desa maupun Muspika berhasil mengumpulkan dana, lanjut Faisal, mulai hari Kamis (20/6/2019), secara swadaya masyarakat bergotong royong membangunkan rumah Kalimah.

"Terkumpul dana swadaya masyarakat sebesar Rp. 8.850.000,- dan setelah ditambah bantuan dari Muspika dan Puskesmas setempat, diperkirakan  mencapai belasan juta rupiah, untuk membangunkan kembali rumah itu," ujar Faisal.

"Saat ini, personel Koramil Bumiayu yang dipimpin Serma Bambang, bergotong royong bersama warga  membangun rumah," tambahnya.

Terpisah, Serma Bambang  menyatakan bahwa dikarenakan masih ada sisa bangunan yang masih berdiri,  pekerjaan pembangunan rumah itu dimulai dari proses pembongkaran dinding dan atap yang rapuh.

"Semangat warga disini sangat luar biasa, tidak hanya membantu dana, merek juga terjun langsung membantu pekerjaan secara fisik,"tegasnya.

"Alhamdulillah, pembongkaran sisa bangunan yang lapuk dapat selesai dengan cepat. Itu dikarenakan semua pihak penuh semangat bekerja dengan harapan Nenek (Kalimah) segera dapat menempati rumahnya kembali.,"imbuh Bambang.

Lebih lanjut dijelaskan Bambang, karena akan dibangun total, saat ini masih  masih pengerjaan  pondasinya.

"Setelah dibongkar, karena telah disepakati diawal akan dibangunkan rumah baru, maka selanjutnya kita buatkan pondasi agar kokoh dan kelak tidak roboh,"terangnya.

"Kita semua yakin, jika semua pihak terlibat guyub, maka pekerjaan dapat segera selesai, dan Nenek pun dapat tinggal dirumah barunya,"tandasnya.

Dikatakan Bambang, sesuai instruksi Dandim, personel Koramil Bumiayu akan membantu pengerjaan pembangunan rumah Kalimah hingga tuntas.

Sementara itu, Kades Jatisawit Sukarto Spd,  setelah menyerahkan bantuan kepada Nenek Kalimah bersama dengan Muspika dan Puskesmas Bumiayu, diriny sangat bersyukur dan berterimakasih karena semua pihak, termasuk warganya begitu peduli terhadap musibah yang dialami salah satu warganya.

 "Upaya semua pihak yang membantu dana dan tenaga sangat menyentuh kita semua. Semoga, sambil berjalan merampungkan rumah, nanti ada lagi donatur yang tersentuh membantu dana maupun bahan, sehingga nantinya rumah Mbah Kalimah segera selesai dan layak huni,"pungkasnya. (Dispenad)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama