Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kemarau Panjang, Kekeringan Dirasakan Warga Desa Ciruyung


CILACAP (wartamerdeka.info) - Kemarau panjang yang sudah berlangsung lebih dari empat bulan banyak berdampak kepada masyarakat di Cilacap. Salah satu dampaknya juga dirasakan warga desa Ciruyung kecamatan Karangpucung.

Disampaikan Ruswanto kepala desa Ciruyung pada saat pendampingan pekerjaan infrastruktur dana desa, dampak terparah terjadi dua bulan terakhir. "Efek kekeringan yang paling dirasakan terjadi di dukuh Kadu dusun Pengasinan dan Cilimus," ujarnya, Senin (1/7/2019).

Banyak sumber air dari sumur galian warga yang terbiasa untuk MCK sekarang kering. Terpaksa mereka mengambil kebutuhan air dari tempat lain yang jarangknya lebih jauh.

Selain itu banyak sawah yang gagal panen. "Dari sekitar 75 hektare area persawahan yang ada di desa Ciruyung, hampir 60 persen yang mengalami gagal panen," jelas Ruswanto.

Area terluas, lanjutnya, adalah persawahan di dusun Cilimus dan dusun Liunggunung. "Sedangkan ketersediaan untuk konsumsi air minum sampai saat ini masih cukup meski dirasakan sudah menipis. Karena terbantu oleh masyarakat yang terbiasa membeli air munum kemasan galon," sambungnya.

Ruswanto berharap kedepannya pihak pemerintah daerah akan lebih memperhatikan hal ini. "Kami berharap halmseperti ini dapat diantisipasi dengan bantuan sarpras air bersih dari pemda," pungkasnya.(gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama