// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Ketua LSM Sigap Sumsel Angkat Bicara Soal Proyek Taman Tugu Kopi Muara Enim


MUARA ENIM (wartamerdeka.info) - Warga Muara Enim dan sejumlah Ormas di Muara Enim meminta kepada penegak hukum untuk segera memeriksa, maupun mengusut tuntas terkait hasil proyek Taman Tugu Kopi Kota Muara Enim tersebut yang diduga serat dengan penyimpangan Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

Publik tentunya masih ingat terkait kekecewaan dari para narasumber ,yakni diantaranya Organisasi Pemuda Demokrat (OPD), yang mengecewakan hasil proyek Taman Tugu Kopi tersebut, karena dinilai hasilnya mubazir.

Erdward Taruna Negara (52), selaku ketua OPD Muara Enim dan para anggotanya menyatakan bahwa proyek Taman Tugu Kopi pada anggaran 2017-2018 ,yang menelan dana Rp 1,7 Milyar tersebut,  hasilnya cukup mengecewakan.

Erdward Taruna juga menyatakan agar Bupati Muara Enim Ir A Yani cepat tanggap dan segera memperhatikan  masalah tersebut.

Terkait hal tersebut, kini sejumlah warga maupun sejumlah aktivis Muara Enim, mendesak agar penegak hukum  dapat mengusut  Proyek Taman Tugu Kopi itu.

Sebut saja Junai (43) dan Indra (40). Kedua warga Muara Enim ini  meminta dan mendesak agar  Proyek Taman Tugu Kopi  Muara Enim tersebut,segera diusut secara hukum.

Mereka menilai,  dana milyaran yang dipruntukkan proyek Taman Tugu Kopi itu hanya menghamburkan uang saja. " Kita lihat saja hasilnya, lantai conblok sudah banyak rusak. Keberadaan pohon yang ditanam diduga tidak sesuai RAB. Begitupun ketransparanan anggaran diduga saat itu jadi ajang korupsi," ungkap mereka.

Hal senada juga ditegaskan oleh Ketua Sigap Provinsi Sumsel Suhaimi SH (60), yang menyatakan agar pihak BPKP segera dapat mengaudit terkait proyek taman tugu kopi tersebut. " Ya, pihak BPKP segera dapat mengaudit guna menyelamatkan keuangan negara . Kita lihat saja segi azas manfaatnya karena lokasi eks disdik Muara Enim tersebut  yang sekarang dijadikan taman itu tidak stategis," ujarnya. 

Suhaimi juga minta kepada Bupati Muara Enim Ir H A Yani , agar jangan diam dan seharusnya peduli serta menilai hasil proyek Taman Tugu Kopi itu.

Saat sikonfirmasi terkait hal tersebut , Kepala Dinas Perkim Kabupaten Muara Enim Ahmad Yani , pada Jum"at (12/07) sekitar pukul  10:00 Wib, tidak berada di tempat. Begitupun selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Andi Roni,dan pengawas Dofis,dan Trian, saat dikonfirmasi tidak berhasil ditemui di ruang kerjanya. (Agus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama