JAKARTA (wartamerdeka.info) - Dampak kenaikan harga minyak mentah dan produk lainnya akibat konflik di Iran semakin dirasakan di Jepang. Operator bus umum kesulitan mendapatkan bahan bakar, dan petani memperkirakan pupuk akan semakin mahal.
Para pejabat senior yang mewakili enam kota termasuk Kobe, Kyoto, dan Nagoya mengunjungi kementerian transportasi pada hari Senin. Mereka mengajukan permintaan untuk memastikan pasokan bahan bakar yang stabil dan memberikan bantuan keuangan kepada operator transportasi umum.
Walikota Kobe, Hisamoto Kizo, mengatakan harga solar di Kobe dan Kyoto telah berlipat ganda, dan pemerintah daerah tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah ini sendiri.
Ia menambahkan, "Kami berharap kementerian akan membantu mengamankan cukup solar sehingga operasi bus, alat transportasi utama, tidak terganggu."
Federasi Nasional Asosiasi Koperasi Pertanian mengatakan kenaikan harga pupuk untuk penanaman musim gugur ini dan seterusnya akan tak terhindarkan jika biaya bahan baku tetap tinggi.
Wakil Presiden Eksekutif Senior Omoto Hideki mengatakan: "Kami akan bernegosiasi untuk mencegah dampak negatif terhadap biaya produksi petani. Tetapi ini akan sangat sulit."
Data Kementerian Pertanian menunjukkan harga internasional urea, bahan utama pupuk, naik lebih dari 50 persen pada bulan Maret dibandingkan bulan Februari. Sekitar 40 persen ekspor urea global berasal dari Timur Tengah.(NHKWord/red)
