TikTok YouTube Instagram Twitter Facebook WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Catatan Pendek Untuk SMK Negeri Maritim Di Lamongan


LAMONGAN (wartamerdeka.info) -Pembangunan SMK Negeri Maritim yang berlokasi di kelurahan Brondong, Lamongan sudah mulai dikerjakan, dengan target tahun ajaran 2020/2021 sudah bisa memulai kegiatan penerimaaan peserta didik baru. Tentu ini kabar yang baik.

LP3M Lamongan memberikan tiga catatan, pertama harus ada sosialisasi dengan para stakeholder khususnya masyarakat sekitar sehingga kehadiran SMK Negeri Maritim memang menjadi program yang memiliki manfaat kepada masyarakat sekitar baik secara ekonomi maupun sosiologis. Sebab, jangan sampai kehadiran lembaga pendidikan baru ini, justru akan membuat lembaga pendidikan sejenis, mati pelan pelan.

(Baca: Kehadiran SMK Negeri Maritim, Keberadaan SMK Swasta, Hanya Tunggu Waktu)

Kedua untuk memastikan pembangunan SMK Negeri Maritim tidak terjadi markup/pemborosan/kebocoran anggaran maka baiknya ada atau dibentuk pengawasan eksternal yang melibatkan aktivis/LSM/Ormas yang konsen di bidang anti korupsi.

Mengingat pekerjaan awal saja, nilai anggarannya sudah mencapai hampir Rp. 1 milyar (Rp. 999.234.043,00), dan harus selesai pada akhir bulan ini. Yakni, pekerjaan pematangan lahan atau pengurukan dan Pembangunan Pagar.

Ketiga, untuk membantu interaksi dan komunikasi dengan masyarakat sekitar bila dalam proses pembangunannya ada kendala atau masalah, ada baiknya disediakan pos pengaduan masyarakat yang keberadaan dan status nya jelas mewakili pemerintah daerah Lamongan.

Sejumlah pihak diminta konfirmasinya, tampaknya tidak cukup jelas memberi keterangan.

"Kalau masalah pembangunan, saya tidak tahu sama sekali, Ya," ujar Yuliarsih, Kepala cabang dinas pendidikan propinsi Jawa timur, di Lamongan.

Terpisah, kadiknas propinsi, Wachid Wahyudi, dihubungi mengaku belum hafal siapa PPK dalam kegiatan proyek pembangunan SMK Negeri Maritim.

"Waduh, belum hafal saya," kata mantan Kadishub propinsi Jatim ini. (Mas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama