Widget HTML Atas


Hanya Renovasi Atap Sebuah Mushola, Telan Biaya Rp 130 Juta Lebih


KARIMUN (wartamerdeka.info)  -  Fantastis memang, hanya merenovasi atap sebuah Mushola yang terletak di RT.01/ RW.04, Desa Pangke, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri telan biaya sebesar Rp. 130.475.335,- (setatus tiga puluh juta empat ratus tujuh puluh lima ribu tiga ratus tiga puluh lima Rupiah) dengan menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahap III. TA 2019.

Sekretaris Desa (Sekdes) Pangke, Hakiki Panggabean, Kamis (23/04-2020) di ruang kerjanya menerangkan biaya Rp 130 Juta lebih itu digunakan hanya untuk merenovasi atap memang banyak lebih. Cuman permasalahan anggaran yang sampai Rp 130 Juta lebih itu hanya untuk belanja material saja sudah Rp 62.000.000,-.

Diungkapkannya, dari 62 juta itu digunakan untuk membeli atap Spandik 10 Kodi (per kodinya Rp.1.750.000), kayunya diganti alummunium (baja ringan) bentuk V 200 batang, (per-batang Rp.80.000,-) yang bentuk U 300 batang (per-batang Rp.65.000,-) dan semua alummunium dilapis 2.

Ditambah lagi upah pekerja Rp 50 Juta yang diambil 30% dari biaya seluruh pembangunan. Contohnya bila APBDes Rp.1,8 Milyar dengan 10 kegiatan pembangunan, maka dari 10 pembangunan yang nilainya Rp 1,8 Milyar inilah 30% diambil untuk upah pekerja.

"Upah pekerja 30% dari APBDes berdasarkan Permendes No.16, 18 Tahun 2019, Pasal 8 ayat (3)," ujarnya.

Jadi, tambahnya,  rincian dari Rp 130 juta lebih itu, terdiri dari Rp 62 juta material, ditambah Rp 50 Juta upah pekerja, pajak Rp 7,5 Juta, perencanaan Rp 2 Juta lebih, TPK Rp 3 juta lebih dan yang lain-lainnya. Sedangkan upah pekerja bisa mencapai sampai Rp 50 Juta itu ditentukan oleh Konsultan

"Uang Rp 130 Juta lebih itu juga berdasarkan azas-azas keuangan yaitu azas prinsip hemat, efektif dan efesien serta tidak ada pemborosan. Sehingga dari Rp 130 Juta lebih itu masih ada sisa Rp 3,5 Juta, dan sudah kita kembalikan," jelas Hakiki.

Namun di sisi lain dengan sedikit merasa kesal Hakiki, juga menyampaikan sudah banyak yang datang kesini, baik itu dari Dinas PMD, Satgas Dana Desa, kejaksaan, macam-macam Media, LSM apalagi, kenapa hanya Desa Pangke saja yang diperhatikan.

"Coba itu perhatikan banyak pekerjaan Pemerintah Daerah yang mangkrak, seperti gedung KECC di Coastal Area, pelabuhan Malarko di teluk Mesodo Pongkar, itu biayanya Milyaran Rupiah, mangkrak itu semua. Giring itu semua sampai habis, jangan hanya Desa Pangke ini saja diperhatikan terus," ujarnya.

"Itu lagi gerbang Mesjid Baitul Rahman yang di Kecamatan Karimun tak selesai-selesai giring juga itu sampai habis,"ucapnya dengan sedikit kesal.

Ironis memang, untuk perbandingan biaya pembangunan sebuah TPQ tahun 2019 yang dimulai dari nol (bangunan baru) hanya memakan biaya Rp.168.400.000,-. Sementara Mushola yang hanya merenopasi atapnya saja  menelan biaya sampai Rp.130.475.335,-. Dengan waktu pelaksanaan 60 hari.   (Sihat)

Posting Komentar untuk "Hanya Renovasi Atap Sebuah Mushola, Telan Biaya Rp 130 Juta Lebih"