TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Ketua PGRI Jatim: Rencana Kemendikbub Masuk Sekolah Juli Perlu Pertimbangan Matang

Ketua PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Provinsi Jawa Timur, Drs.H.Teguh Sumarno,MM
SURABAYA (wartamerdeka.info) - Setelah Rektor Unesa (Universitas Surabaya), Prof Nurhasan mengkritisi tentang rencana Kemendikbud untuk mengawali masuk sekolah Juli 2020 mendatang supaya ditinjau ulang, kini giliran Ketua PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Provinsi Jawa Timur, Drs.H.Teguh Sumarno,MM, meminta Kemendikbud untuk merencanakan dengan baik kapan waktu yang pas untuk kembali memasukkan anak sekolah

"Rencana Kemendikbud melalui Plt.Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, Muhammad Hamid yang dilansir di media 9 Mei lalu perlu ada pertimbangan matang,"ujarnya ketika dihubungi awak media,  hari ini (11/5).

Teguh sapaan akrab pria mantan Rektor Universitas Banyuwangi ini sangat menyambut baik keinginan Kemendikbud, tapi harus melihat dampak yang muncul dari rencana tersebut.

"Jangan sampai memasukkan siswa di bulan Juli kemudian muncul problem baru, yakni penyebaran virus corona bertambah lagi, apalagi kalau di berbagai provinsi ada kabupaten dan kota yang zona merah, kemudian zona hijau, kelihatannya mudah secara teori , zona merah tidak boleh masuk dulu, zona hijau boleh mulai Juli, tapi prakteknya kan juga tidak mudah seperti membalik tangan,"ujarnya.

Ditanya kapan waktu yang tepat? Teguh berpendapat langsung ajaran baru awal Januari 2021, sehingga antara anggaran dan pembelajaran awal seiring.

Kemudian pembelajaran pakai sistem daring hingga Desember 2020, sehingga semuanya bisa dipersiapkan matang mulai sekarang.

Menurut Teguh, Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud harus benar-benar melakukan pemetaan yang akurat sekolah-sekolah yang rawan dimasukkan juga yang tidak beresiko di setiap Kabupaten dan Kota di Indonesia, koordinasi dengan Disdik daerah.

"Jangan sampai keputusan Dirjen tidak sama dengan Diknas di daerah, begitu juga keputusan Mendiknas tidak sama dengan Ptesiden," ujarnya menutup pembicaraan. (R)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama