TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Politisi PDI Perjuangan TB Hasanuddin Menyesalkan Pengunjuk Rasa Rusak Tempat Ibadah


JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Politisi PDI Perjuangan Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin menyoroti aksi sejumlah orang yang masuk mushala Kementrian ESDM tanpa membuka lepas sepatu, disela unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja, Kamis (8/10) kemarin.

Parahnya lagi, orang-orang ini juga merusak bagian dalam mushala.

"Ketika ada pengunjuk rasa yang masuk mushala tanpa melepas alas kaki bahkan merusaknya, sesungguhnya saya mau iseng , wah demo ini mungkin sudah disusupi komunis. Apa salahnya mushala kok jadi sasaran?" kata anggota Komisi I DPR RI ini, Jumat (9/10).

Namun, kata Hasanuddin, niat iseng itu dibatalkannya. Karena, menurutnya setiap ucapan yang dikeluarkan harus didukung oleh data dan fakta yang valid dan bisa dipertanggung jawabkan.

"Memang ada sejumlah foto kerusakan mushala itu, tapi itu belum cukup untuk menuduh bahwa perusak mushala itu komunis. Saya juga tidak bego-bego amat lah," ujarnya.

Ia mengungkapkan aksi unjuk rasa yang digelar serentak 6-8 Oktober 2020 itu sesungguhnya tak ada masalah, silahkan saja.

Karena, kata Hasanuddin, menyampaikan aspirasi didepan publik itu dijamin oleh undang-undang, jadi tak ada yang salah.

"Tapi ketika unjuk rasa atau demo itu dilakukan dengan tidak tertib apalagi anarkis termasuk merusak tempat ibadah, maka hukum harus ditegakkan. Polisi harus bertindak," tandasnya. (R)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama