Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

187 Warga Cimanggu Terima Ganti Rugi Tanah Program Irigasi Cikawung


CILACAP (wartamerdeka.info) - Sebanyak 187 orang warga di wilayah Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap yang terdampak pembangunan Irigasi Cikawung  yang berlokasi di Desa Cimanggu akhirnya menerima ganti rugi tanah sekaligus pelepasan hak atas tanah yang selama ini menjadi miliknya.

Terkait hal tersebut Babinsa Koramil 14 Cimanggu Sertu Mulyono menghadiri kegiatan pembayaran ganti kerugian dan pelepasan hak atas tanah pengadaan tanah untuk pembangunan daerah Irigasi Cikawung bertempat di Gedung Serba Guna Desa Cimanggu, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (17/11/2020).

Hadir dalam giat tersebut Ketua Tim BPN Kabupaten Cilacap Karsono beserta anggota tim, Babinsa Koramil 14/Cimanggu Sertu Mulyono, Babinkantibmas Polsek Cimanggu Aipda Iman S, Kepala Desa Cimanggu Waryono, Tapem Kecamatan Cimanggu Nurkholis, dan warga selaku peserta penerima ganti rugi tanah.

Dalam kesempatan itu, Babinsa Sertu Mulyono mengatakan pembangunan Irigasi Cikawung merupakan program pemerintah untuk mendukung program pertanian di wilayah tersebut. Sarana infrastruktur ini sangat penting untuk menunjang pembangunan bidang pertanian sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktifitas pertanian warga setempat.



"Namun dalam proses pembangunanya, Irigasi Cikawung terhambat oleh kepemilikan lahan di sepanjang irigasi yang notabene merupakan tanah warga. Untuk itu kita patut bersyukur, hari ini warga yang tanahnya terdampak pembangunan irigasi dapat menerima ganti rugi tanah, yang nantinya dana tersebut dapat digunakan untuk membeli lahan baru tentunya," kata Sertu Mulyono.

Sementara itu, Kepala Desa Cimanggu mengungkapkan program pembangunan Irigasi Cikawung sudah lama terhenti, karena berbagai kendala maupaun hambatan dalam prosesnya. Dengan adanya pembayaran ganti rugi ini maka pembanguan dapat segera direalisasikan.(gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama