// Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. // Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. //

Berita Foto

Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa


Perang proksi sektor minyak Libya terjadi selama ketegangan Hormuz, menciptakan kerentanan pasokan yang berbahaya bagi pasar global.

Lanjut...

Bertemu Gubernur NA, FKUB Sulsel Tegaskan Peristiwa Brutal Di Sigi Bertentangan Dengan Ajaran Agama


MAKASSAR (wartamerdeka.info) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, mensupport penuh langkah Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulsel yang berkomitmen menjaga kerukunan umat beragama di Sulsel.

"Mudah-mudahan kita tetap berada dalam situasi aman dan damai, rukun antara umat beragama," kata Prof Nurdin Abdullah saat menerima FKUB Sulsel, di Gubernuran, Rabu, 2 Desember 2020. 

Sementara itu, Ketua FKUB Sulsel, Prof Abdul Rahim Yunus, memberi apresiasi kepada Pemprov Sulsel dan seluruh elemen masyarakat yang telah bekerja keras dalam upaya pengendalian dan penanggulangan Covid-19 di Sulsel. 

"Kami memberikan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh elemen masyarakat yang telah bekerja keras dalam upaya pengendalian dan penanggulangan Covid-19 di Sulawesi Selatan," ungkapnya. 

Selain itu, Abdul Rahim meminta kepada seluruh pemuka agama dari enam agama di Sulsel, agar sama-sama menenangkan masing-masing umatnya supaya tidak terprovokasi dengan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. 

"Meminta kepada seluruh pemuka agama dari enam agama yang ada di Sulselu ntuk secara aktif menenangkan umatnya masing-masing, agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan negara dan warganya ini hidup tenang, rukun dan damai," tegasnya. 

Ia juga mengimbau kepada seluruh warga  untuk secara bersama bahu-membahu menjaga, merawat dan mengembangkan suasana hidup rukun, damai dan sejuk sebagai kebutuhan bersama, dan agar tidak tercederai oleh pihak-pihak manapun. 

"Bahwa peristiwa brutal dan tidak manusiawi yang terjadi di Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah adalah suatu peristiwa yang bertentangan dengan ajaran agama manapun juga," ujarnya. 

Himbauan tersebut ditandatangani langsung, Prof.DR.H.M. Ghalib M., MA, unsur agama Islam, Pastor Paulus Tongli, S.Phil., M.Phil unsur agama Katholik, Pendeta Adrie Octavinus Massie, unsur agama Kristen, Adriemasus Kol (Purn) I.N. Suartha, S.IP., unsur agama Hindu, DR. Ir. Yongris, MM. unsur agama Budha, Ir. Hans Hartono unsur agama Konghuchu dan Sekretaris FKUB Sulsel, Drs, Burhanuddin Yusuf. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama