Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Siapa Sekda Lamongan?

Oleh: W. Masykar

Kasak kusuk siapa yang bakal dilantik menempati posisi Sekretaris Daerah (Sekda) di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Lamongan terus menggelinding menjadi rasanan publik termasuk kalangan birokrasi. 

Sebelumnya, mengerucut tiga nama santer menjadi perbincangan, sebut saja Moh. Nalikan, Zamroni dan Kusnul Yaqin. Namun, nama yang terakhir itu sempat tenggelam dalam perbincangan publik menyusul meninggalnya mantan Bupati Lamongan, H. Fadeli. Belakangan, nama Kusnul Yaqin kembali menjadi pusat perhatian dari banyak kalangan. Belum ditetapkannya sekda definitif Kabupaten Lamongan sampai hari ini, sesungguhnya adalah ujian pertama Bupati Pak Yes. Bisa saja semakin molornya (mundurnya) penetapan Sekda ini akan semakin melebarkan sayap masuknya intervensi dari pihak pihak yang tidak berkompeten.

Sebab tidak bisa dipungkiri, faktor spanning of interest (tarik ulur kepentingan) dan conflict of interest (benturan kepentingan) semakin terbuka. Semakin mundur akan makin besar benturan kepentingan yang masuk. Berbeda, misalnya penetapan dilakukan diawal pasca pelantikan, spanning and conflict of interestnya relatif ringan. Situasi seperti ini, mau tidak mau akan menjadi beban berat pasangan Bupati dan Wabup terpilih. Banyaknya kepentingan, bahkan tekanan harus diselesaikan dengan keberanian. Keberanian untuk menetapkan siapa yang bakal duduk di kursi Sekda definitif. Dari beberapa informasi yang diterima penulis menyebut dari tiga nama tersebut, kembali mengerdil menjadi dua nama yaitu, Moh. Nalikan dan Kusnul Yaqin. Tapi bisa saja, penetapan di endingnya justru Zamroni. Semua masih serba mungkin dan bahkan kemungkinan diluar salah satu dari tiga nama tersebut mendadak muncul. Sebab bukan tidak mungkin win win solution, Moh. Nalikan dan Kusnul Yaqin yang pada posisi kuat, justru yang ditetapkan Zamroni. Atau sebaliknya, Kusnul Yaqin yang ditetapkan karena pertimbangan posisi tawar (bargaining position), misalnya. 

Kita tunggu saja!.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama