// Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. // Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Wisata

Profil: Anda AH

Harga minyak tembus $116 per barel saat Iran menuduh AS bersiap melakukan invasi


Harga minyak mentah terus naik seiring dunia menghadapi krisis energi terbesar dalam beberapa dekade. Harganya telah melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua minggu di tengah eskalasi di berbagai front perang AS-Israel melawan Iran.

Lanjut...

WMChannel


 

Aliansi BEM Tasikmalaya: Dinsos Diam, Mahasiswa Bergerak Membantu Rakyat


TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) - Aliansi BEM Tasikmalaya mengadakan aksi Mimbar Bebas Berorasi yang  bertajuk "Dinsos Diam Mahasiswa bergerak Bantu Rakyat"

Dalam hal ini para Mahasiswa mengadakan penggalangan dana dan bagi bagi sembako kepada Masyarakat yang terdampak PPKM, Aksi ini di ikuti oleh para Mahasiswa Kota dan Kabupaten Tasikmalaya yang terwadahi dalam Aliansi BEM MELAYA kemarin.

Dikatakan Kordinator Pusat Aliansi BEM Tasikmalaya Andrian Nurfadillah, bahwa ini adalah merupakan salah satu bentuk solidaritas dari mahasiswa se kota dan Kabupaten Tasikmalaya serta sebagai refleksi apresiasi HUT RI yang ke 76.

Aksi ini , dimulai dari Kampus UPI Tasikmalaya, melewati alun-alun kota,  Kemudian dilanjut ketitik terakhir di Kantor Dinas sosial Kota Tasikmalaya, sembari membagi semabako dan mengadakan Mimbar Bebas Orasi Mahasiswa

Lanjut Andrian, ini bertujuan untuk mengugah jajaran para Birokrat yang dinilai kurang memberikan solusi solutif atas dampak PPKM yang berkepanjangan ini.

BEM Melaya pun menilai, bahwa belum adanya tindakan kongkret dari Pemerintah terhadap sektoral Ekonomi, khususnya bagi para pedangang kecil yang berjualan dari sore sampai malam.

Serta kepada para ojol dan pegawai-pegawai paruh waktu lainya yang terdampak akibat adanya pembatasan waktu  saat PPKM kali ini.

"Kami Aliansi BEM Melaya beranggapan bahwa Dinas Sosial itu belum bisa memberikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 secara merata, serta tidak mempunyai data-data yang kongkret  mengenai orang-orang yang terdampak," demikian kata Andrian.

Sambung Andrian, ke depan kemungkinan besar akan ada aksi-aksi lanjutan bilamana apa yang menjadi tamparan mahasiswa pada hari ini di Kota Tasikmalaya tidak didengarkan oleh pihak-pihak terkait.(H Adam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama