TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Herlina Guru PAUD Tinggal Di Rumah Tidak Layak Huni

BARRU (wartamerdeka.info) - Perempuan Herlina (41), seorang guru honorer PAUD yang mengabdi sejak 2014 disekolah PAUD Awerange Pacciro Desa Harapan yang hidup sendirian  selama ini menempati rumah yang sudah tidak layak huni. Atap yang hancur dan bocor serta kondisi lantai yang mulai rapuh.

Kondisi tersebut turut disaksikan awak media saat ditemui di rumahnya di Lingkungan Maruala, Ralla Kelurahan Lompo Riaja,  Sabtu (23/10/2021).

Kepada awak media yang menemuinya,  Herlina menyampaikan harapannya, semoga ada dermawan yang terketuk hatinya untuk membantu merenovasi rumah yang dihuninya selama ini.

Dirinya mengaku, dirinya mengaku bantuan yang pernah didapat semasa orang tuanya hidup kini tidak ada lagi.

"Bantuan yang pernah kita dapat adalah bantuan dari Baznas dan BST itupun hanya kita terima dua kali. Kami juga sering dimintai KK katanya ada bantuan yang mo dikasi namun sampai saat ini tak kunjung datang. Kami hanya bisa berharap ada sedikit bantuan dari pemerintah setempat," harap dia. 

Diakui, jangankan untuk merenovasi rumah agar layak huni, wanita yang hanya bekerja sebagai guru PAUD Honorer dengan penghasilan 600.000-/bulan dan itupun  diterima secara triwulan.

Sementara itu, Lurah Lompo Riaja Salam saat dikonfirmasi menjelaskan saat ini pihaknya sementara meminta data dari RT dan Kepala lingkungan.

"Saat ini kami menunggu data dari RT dan Kepala Lingkungan untuk dimasukkan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk selanjutnya disampaikan ke Dinas Sosial untuk diusulkan mendapatkan bantuan sosial.", Jelas Salam yang baru beberapa hari dilantik jadi Lurah. (akm/sam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama