Deputi Lalitbang BKKBN Kukuhkan Hasnah Syam Sebagai Bunda Asuh Anak Stunting

BARRU (wartamerdeka.info) -  Deputi Bidang Pelatihan, penelitian dan pengembangan (Lalitbang) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN RI) Prof. drh. Muhammad Rizal Martua Damanik, MRep.Sc,PhD melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Barru, Jumat 16/9/2022.

Dalam kunjungan kerjanya ke Bumi Colliq Pujie Barru tersebut membahas Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting sesuai dengan Perpres No.72 tahun 2022 sekaligus mengukuhkan Ketua Tim Penggerak PKK Kab Barru drg Hj. Hasnah Syam MARS. 

Sekda Barru Abustan melaporkan, upaya menekan dan percepatan penurunan stunting di kabupten Barru dikolaborasikan dengan berbagai stakeholder melalui inovasi besar diantaranya 0ne Day  One Egg  (satu telur perhari) yang digagas Ketua TP. PKK Barru,  inovasi BPMD dapur dashat (dapur sehat atasi stunting) , Inovasi Dinas Sosial mpok darty (kelompok sadar stunting) inovasi Dinas PU,  cinta pasti (cegah infeksi Stunting melalui pilar sanitasi)  dan  inovasi lainnya. 

Pengukuhan Hasnah Syam selaku Bunda Asuh Anak Stunting,  ditandai dengan pemasangan selempang oleh Deputi Lalitbang yang turut disaksikan Kepala Perwakilan BKKBN Prov Sulsel Dra. Rita Mariani M. Pd. Sekretaris Daerah (Sekda) Dr. Abustan M. Si,  Pimpinan OPD, Para Asisten Camat,  Kepala PKM dan undangan. 

Deputi Lalitbang BKKBN M. Rizal Martua Damanik mengatakan, kabupaten Barru punya komitmen tinggi untuk mempercepat penurunan Stunting. Oleh karena itu dirinya melakukan kunjungan kerja di kabupaten Barru karena daerah punya banyak inovasi terkait penanganan stunting. 

"Saya dengar  daerah ini banyak lahir inovasi besar dalam percepatan penurunan stunting. Dan itu yang ingin saya liat," jelas Damanik. 

Dikatakan,  pencegahan stunting sejatinya sudah berjalan,  namun penurunannya yang harus dipercepat. Salah satu langkah kongkritnya melalui inovasi dan ini sudah berjalan di Barru. 

Sementara Ketua TP. PKK drg. Hj. Hasnah Syam MARS tidak dapat menyembunyikan rasa harunya setelah dikukuhkan sebagai Bunda Anah Asuh Stunting. 

Hasnah Syam lebih banyak bercerita terkait masa masa kecilnya. Hasnah Syam yang lahir di Ajakkang 63 tahun lalu mengatakan gagasan inovasi gerakan makan telur bagi anak Sekolah Dasar karena dirinya ingin anak-anak sebagai harapan bangsa kedepan tumbuh berkembang bebas stunting. 

(syam)

Posting Komentar untuk "Deputi Lalitbang BKKBN Kukuhkan Hasnah Syam Sebagai Bunda Asuh Anak Stunting"