TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Hadiri Kegiatan ASEAN+1 Council Of Teachers Convention, Fory Naway: Kita Diskusi Merancang Pendidikan Pasca Pandemi

JAKARTA (wartamerdeka.info) – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gorontalo, Prof Dr Fory Naway menghadiri dan mengikuti rangkaian kegiatan ASEAN+1 Council of Teachers Convention ke-36.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, tersebut dilaksanakan tanggal 2 hingga 4 September 2022, diikuti sekitar 300 guru dari Korea Selatan dan negara-negara ASEAN (Malaysia, Singapura, Thailand, Filiphina, Vietnam dan Brunei Darussalam) serta 300 guru dari Indonesia. 

Agenda ini adalah agenda tahunan dihadiri Peserta dari luar negeri dan dalam negeri. Namun karena merebaknya pandemi Covid-19, baru bisa diselenggarakan tahun ini

Dihubungi usai pembukaan kegiatan itu, Prof. Fory Naway mengatakan, tahun ini agenda mengusung tema "Pulih dari Pandemi Merancang Pendidikan Pasca Pandemi di Dunia yang Menyatu dengan Tekhnologi Digital" (Recovering from the Pandemic, Designing Post Pandemic Education in Digitally Infused World).

Fory Naway (kanan) bersama Ketua Umum PB PGRI Pusat

Dikatakan Fory Naway, tema ini dipilih karena dianggap pandemi belum usai, meski sudah melandai. 

Jadi saat kita memberikan pembelajaran tatap muka itu, harus tetap ikuti prokes. Pembelajaran Orientasi di era "Merdeka Belajar" diharapkan ada metode Pendekatan secara Elearning.

“Karena dianggap pendekatan itu lebih beorientasi kepada fokus pembelajaran yang mengarah kepada pembelajaran lebih santai kepada peserta didik, dan memberikan keleluasaan kepada anak – anak untuk berdiskusi dengan teman sejawat dan tenaga pendidik,”terang Fory.

Di samping itu, kata Fory Naway, agenda ini menjadi ajang silaturahim antara para anggotanya untuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman soal penyelenggaraan pendidikan.

“Dalam kegiatan ini semua organisasi guru dan peserta konferensi menyampaikan pengalaman dan sumbangan pemikirannya untuk kemajuan pendidikan. Diharapkan kolaborasi ini meningkatkan kerjasama anggota ACT+1 dalam bidang pendidikan khususnya guru,” tutupnya. (Irf) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama